Stapac sembunyikan strategi bendung “full-court press” Satria Muda

Bandung (ANTARA) – Pelatih Stapac Jakarta, Giedrius Zibenas, mengaku ia menyembunyikan strategi untuk membendung pola pertahanan full-court press yang sempat diperlihatkan Satria Muda Pertamina Jakarta di laga pertama final IBL 2018/2019.

Ditemui selepas memimpin sesi latihan Stapac di GOR C’Tra Arena, Bandung, Jumat petang, Zibenas mengaku itu menjadi salah satu alasannya menarik keluar Savon Goodman serta mengabaikan kesempatan melakukan dua kali time-out di sisa dua menit laga tersebut.

“Saya punya strategi untuk membendung full-court press itu, tapi saya tidak ingin memperlihatkannya ke Satria Muda,” ujar Zibenas.

Pada laga pertama, Kamis (21/3), Stapac yang tengah unggul 16 poin menarik keluar Goodman, penampil terbaik mereka yang sudah membukukan raihan dwiganda 21 poin dan 12 rebound.

Namun semenjak Goodman keluar, Satria Muda justru memangkas jarak ketertinggalan dari skor 56-74 menjadi 66-74 berbekal pola pertahanan full-court press yang bahkan sempat memaksa Kaleb Ramot Gemilang melakukan kesalahan umpan.

Baca juga: Stapac berjaya di markas Satria Muda, reguk kemenangan final pertama

Baca juga: Pelatih akui kemenangan Stapac terpangkas karena istirahatkan Goodman

Akan tetapi, pelatih asal Lithuania itu mengaku ingin membiarkan para pemain memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya dalam situasi tersebut.

“Sebab jika ingin bersaing menuju gelar juara, mereka harus bisa melakukan itu,” katanya.

Belakangan, para pemain Stapac bisa menghentikan momentum kebangkitan Satria Muda dan meraih kemenangan 79-68.

pada sesi latihan Jumat petang, Zibenas juga terlihat memberikan porsi latihan khusus untuk menanggulangi pola pertahanan full-court press yang sempat dilakukan Satria Muda.

Laga kedua final pada Sabtu (23/3) bakal menjadi ajang pembuktian manjur tidaknya strategi pelatih yang akrab disapa Gibi tersebut.

Jika manjur dan Stapac berhasil membukukan kemenangan kedua, maka mereka berhak menyandang gelar juara IBl 2018/2019 setelah empat musim beruntun absen dari partai final.

Namun jika ternyata Satria Muda tak sekadar sukses menerapkan pola pertahanan full-court press ketika dibutuhan dan merebut kemenangan laga kedua, maka partai final bakal dilanjutkan ke pertandingan ketiga yang juga digelar di C’Tra Arena pada Minggu (24/3).

Baca juga: Sehari jelang final, Stapac latihan penuh, Satria Muda cuma pemulihan

Baca juga: Stapac tajamkan strategi jelang laga kedua final

Baca juga: Empat sorotan dari kemenangan Stapac di final pertama
 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019