Seri Malang kembali diwarnai keluhan soal lapangan licin

Malang (ANTARA News) – Beberapa pelatih tim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) yang berlaga di hari pertama Seri VII di GOR Bima Sakti, Kota Malang, Jumat, kembali mengeluhkan kondisi lapangan yang licin sehingga membuat permainan tidak bisa maksimal.

Keluhan dilontarkan oleh Pelatih Satya Wacana Salatiga Efri Meldi, yang menyatakan bahwa akibat kondisi lapangan yang licin tersebut, membuat tim asuhannya bermain tidak seperti yang diharapkan, karena sulit bergerak dan berlari sesuai dengan strategi yang diterapkan.

“Untuk gim tadi, permainan tidak seperti yang saya harapkan. Tidak bisa bermain, tidak bisa bergerak, lapangannya licin banget. Jadi tidak keluar karakter kita, transisi tidak bisa, lari tidak bisa,” kata Efri, di GOR Bima Sakti, Kota Malang, Jumat.

Pada pertandingan antara Satya Wacana Salatiga melawan Prawira Bandung tersebut, Efri harus menelan kekalahan dengan skor 77-69, meskipun dalam permainan sempat berimbang pada kuarter ketiga.

Hal senada juga disampaikan oleh Pelatih Pelita Jaya Fictor Roring mengatakan bahwa, kondisi lapangan yang licin, juga menghantui pemainnya untuk bermain maksimal, meskipun pada pertandingan itu Pelita Jaya membungkam Pacific Caesar Surabaya dengan skor 76-68.

Fictor menyatakan bahwa, pemain asuhannya masih mengalami trauma akibat kondisi lapangan yang licin. Bukan tanpa alasan, salah satu pemain Pelita Jaya Wayne Lyndon Bradford mengalai cedera parah akibat mendarat dengan posisi salah setelah melakukan layup pada seri keempat IBL Pertamax 2018-2019, Januari lalu.

Cedera kaki kanan pemain berusia 26 tahun asal Amerika Serikat tersebut, diduga akibat pendaratan kurang mulus karena lantai lapangan GOR Sritex Arena, Solo, terlalu licin.

“Kondisi lapangan juga masih licin. Tapi tidak selicin sebelumnya. Tim saya masih ada trauma luar biasa,” kata Fictor.

Baca juga: Lapangan licin buat permainan Satya Wacana tak maksimal

Sementara itu, Pelatih Prawira Bandung Andre Yuwadi menyatakan bahwa dirinya sudah tidak bisa memberikan komentar apapun terkait kondisi lapangan untuk gelaran IBL Pertamax 2018-2019 tersebut, dan hanya bisa melakukan penyesuaian terhadap para pemainnya.

“Saya sudah tidak bisa berkomentar lagi (soal lapangan licin), dua tim sama-sama merasakan masalah itu, dengan sisa yang ada, apapun kendalanya, harus kita sesuaikan. Memang terasa licin, tapi tidak seperti di Solo,” kata Andre.

Selain masalah lapangan licin di Solo, Seri VI di Surabaya kembali diganggu oleh keberadaan air di lapangan yang membuat satu laga hari ketiga, Minggu, yaitu Pelita Jaya Basketball melawan Stapac Jakarta ditunda.

Dikutip dari keterangan resmi IBL di Jakarta, Minggu, pertandingan yang berlangsung di GOR Pacific, Surabaya mulai pukul 15.30 WIB tersebut sejatinya sudah berjalan hingga pada 54 detik terakhir kuarter pertama harus dihentikan karena air memasuki lapangan.

Situasi tersebut menjadi ulangan hari pertama, di mana dua pertandingan yaitu Pelita Jaya versus Prawira Bandung dan Hangtuah versus Bogor Siliwangi juga harus mengalami pengaturan ulang jadwal akibat genangan air di lapangan.

Baca juga: Sukses atasi trauma lapangan licin, Fictor Roring lega

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019