Pelatih: Peluang CSL capai playoff ABL 50:50

Jakarta (ANTARA News) – Pelatih tim BTN CLS Knights Indonesia Brian Rowsom mengatakan, peluang skuatnya mencapai playoff Liga Bola Basket ASEAN 2018-2019 adalah 50:50.

“Terlalu dini berbicara tentang playoff. Saya rasa peluangnya 50:50,” ujar Brian, dikutip dari keterangan resmi BTN CLS Knigths Indonesia di Jakarta, Rabu.

Menurut pelatih asal Amerika Serikat tersebut, saat ini timnya hanya fokus memenangkan pertandingan demi pertandingan.

Brian ingin meningkatkan kemampuan para pemain CLS yang disebutnya terus berkembang.

CLS sendiri untuk sementara berada di posisi keenam, dari 10 tim, klasemen sementara ABL 2018-2019. Jika berhasil mempertahankan posisi hingga musim reguler berakhir, CLS otomatis akan melaju ke playoff yang diikuti delapan tim terbaik kompetisi.

Untuk mempermulus langkah menuju playoff CLS bertekad menudukkan tuan rumah Mono Vampire dalam laga lanjutan ABL 2018-2019 di Thailand, Sabtu (9/2). 

Meski sudah menundukkan lawannya itu di dua pertemuan sebelumnya, CLS Knights tidak akan menganggap sebelah mata kekuatan Mono Vampire. 

Apalagi, di laga terakhir, CLS takluk dari Singapore Slingers yang membuat tujuh kemenangan beruntun mereka terhenti.

“Dari pertandingan terakhir, saya dan staf pelatih akan memperbaiki beberapa hal. Salah satu yang vital adalah bagaimana kami menutup badan lawan pada saat melakukan  rebound. Kami juga harus menghentikan operan-operan dari area pertahanan lawan agar lawan tidak mudah mendapatkan poin dari serangan cepat,” tutur Brian Rowson.

Laga melawan Mono Vampire merupakan bagian dari dua pertandingan tandang pamungkas CLS berikut laga kontra Westports Malaysia Dragon di, Kamis (14/2), sebelum kembali ke markas mereka di GOR Kertajaya, Sabtu (16/2), juga menghadapi Mono Vampire dalam pertemuan keempat mereka di ABL 2018-2019.

Baca juga: Pelatih: CLS Knights kalah karena pertahanan buruk
Baca juga: Meski menang tujuh kali beruntun, Pelatih tuntut CLS perbaiki performa

 

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019