CLS menang telak 84-59 atas Heat, pegang keunggulan perempat final

Jakarta (ANTARA) – BTN CLS Knights Indonesia membukukan kemenangan telak 84-59 atas Saigon Heat dalam laga pertama perempat final ABL di GOR Kertajaya, Surabaya, Sabtu.

Kemenangan itu sekaligus membuat CLS memegang keunggulan 1-0 dalam perempat final yang menggunakan format best of three atau pemenang dua laga pertama berhak lolos ke babak berikutnya.

Hasil itu sekaligus menjadi modal penting bagi tim besutan Brian Rowsom untuk menyongsong laga kedua yang bakal digelar di CIS Arena pada Jumat (5/4) pekan depan.

Jika berhasil menang maka CLS akan melangkah ke semifinal bertemu dengan pemenang babak perempat final antara Formosa Dreamers melawan Mono Vampire.

Maxie Esho jadi bintang kemenangan CLS dengan memborong 24 poin, enam rebound dan empat assist, diikuti dwiganda 18 poin dan 10 rebound milik Douglas Herring. Wong Wei Long membantu lewat 14 poin dan Brandon Jawato 11 poin.

Sementara bagi Heat, hanya dua pemain mereka yang bisa mencapai poin dua digit, yakni De Angelo Hamilton dengan 13 poin dan Kyle Barone 12 poin.

Baca juga: CLS tutup musim reguler dengan kemenangan, pastikan peringkat keempat

Akurasi tembakan tripoin menjadi pembeda utama antara kedua tim di laga tersebut, CLS membukukan 43 persen sedangkan Heat hanya berhasil melesakkan empat dari 26 percobaan atau setingkat 15 persen saja.

CLS tampil klinis sejak lemparan mula dan berhasil menutup kuarter pertama dengan keunggulan 31-14 atas Heat lewat tembakan tripoin Herring di sisa waktu empat detik.

Kendati tak seklinis di kuarter pertama, tembakan tripoin Wei Long berhasil membawa CLS tetap unggul 45-29 atas Heat di pengujung kuarter kedua.

Kendala rendahnya tingkat akurasi tembakan Heat tak kunjung membaik di kuarter ketiga, mereka hanya bisa mencetak 14 poin tambahan sedangkan tuan rumah memperoleh 26 poin untuk memperlebar jarak keunggulan menjadi 71-43.

Di kuarter pamungkas, perlahan tapi pasti Rowsom mulai mengistirahatkan pilar pentingnya dan memberi kesempatan menit bermain bagi para pemain cadangan.

Pun demikian, 13 poin yang diperoleh cukup untuk memastikan kemenangan CLS dengan skor 84-59 atas Heat ketika bel tanda laga usai berbunyi disambut sorak sorai publik Kertajaya.

Baca juga: Ringkasan musim reguler ABL, CLS peringkat keempat

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NBA : Los Angeles Lakers kalahkan Charlotte Hornets

Pebasket Charlotte Hornets Dwayne Bacon (7) berebut bola dengan pebasket Los Angeles Lakers LeBron James (23) pada pertandingan NBA di Staples Center, Los Angeles, Sabtu (30/3/2019). Lakers menang 129-115 atas Hornets. ANTARA FOTO/Reuters/USA TODAY Sports/pras.

Timberwolves atasi Warriors berkat keputusan kontroversial

Jakarta (ANTARA) – Minnesota Timberwolves berhasil mengatasi juara bertahan Golden State Warriors dengan skor 131-130 lewat babak overtime dalam laga lanjutan NBA di Target Center, Minnesota, Amerika Serikat, Sabtu WIB.

Pun demikian kemenangan itu diwarnai keputusan kontroversial dari wasit yang memberikan lemparan bebas untuk Timberwolves dengan dakwaan Kevin Durant melakukan pelanggaran terhadap Karl-Anthony Towns dalam situasi pergerakan tanpa bola di sisa waktu 0,5 detik.

Satu dari dua lemparan bebas berhasil dilesakkan Towns untuk memastikan kemenangan, hanya sesaat setelah tembakan tripoin Stephen Curry sempat membuat kedudukan imbang 130-130, demikian catatan laman resmi NBA.

Pun demikian, kemenangan itu tak mengubah nasib Timberwolves yang sudah pasti tak akan lolos ke babak playoff dan kini mengoleksi 33 kemenangan dan 41 kekalahan (33-41) serta menempati urutan ke-10 Wilayah Barat.

Baca juga: Andrew Wiggins bawa Timberwolves jungkalkan Warriors 103-102

Sementara Warriors (51-23) masih memimpin Wilayah Barat dan merupakan satu dari enam tim wilayah tersebut yang sudah memastikan lolos ke babak playoff.

Kendati diwarnai keputusan kontroversial, Timberwolves memang bermain cukup padu terlihat dengan raihan poin dua digit yang dibukukan oleh delapan pemain mereka.

Andrew Wiggins memimpin dengan 24 poin, diikuti Josh Okogie 21 poin, Jared Bayless 17 poin, Towns dwiganda 15 poin dan 13 rebound, Gorgui Dieng dwiganda 14 poin dan 10 rebound, Anthony Tolliver 14 poin, Tyus Jones 12 poin dan Dario Saric 10 poin.

Sebaliknya bagi Warriors, pasokan angka lagi-lagi cuma datang dari para bintangnya. Curry memborong 37 poin, Durant dwiganda 23 poin dan 12 rebound, Klay Thompson 20 poin, DeMarcus Cousins 16 poin dan Andre Iguodala 14 poin.

Di laga selanjutnya, Warriors bakal menjamu Charlotte Hornets (35-39) pada Senin (1/4), sehari setelah Timberwolves menghadapi Philadelphia 76ers (48-27).

Dalam laga lain yang juga berlangsung Sabtu WIB, layup Kyrie Irving berhasil memastikan kemenangan Boston Celtics dengan skor 114-112 atas Indiana Pacers dan Portland Trail Blazers berjaya di markas Atlanta Haws untuk memetik kemenangan 118-98.

Baca juga: Ringkasan laga NBA; Warriors, Spurs dan Celtics menang

Kemudian Oklahoma City Thunder dipecundangi tamunya Denver Nuggets dengan skor 105-115, Utah Jazz mengalahkan Washington Wizards 128-124 dan Los Angeles Lakers menang 129-115 atas Charlotte Hornets.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NBA: Atlanta Hawks menjamu Portland Trail Blazers

Pemain Atlanta Hawks DeAndre Bembry (kanan) berusaha memasukkan bola ke basket dengan hadangan pemain Portland Trail Blazers Al-Farouq Aminu (kiri) saat pertandingan lanjutan Liga Bola Basket Amerika Serikat (NBA) di State Farm Arena, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Jumat (29/3/2019) waktu setempat. ANTARA FOTO/USA TODAY Sports/Dale Zanine/wsj.

Manu Ginobili resmi pensiun

Jakarta (ANTARA) – San Antonio Spurs menggelar seremoni perpisahan untuk bintang mereka di AT&T Center, guard Manu Ginobili yang pensiun dari klub ini dan NBA serta sekaligus menjadi calon pebasket yang akan masuk Hall of Fame.

“Saya kasih tahu kalian, saya adalah orang yang beruntung,” kata Ginobili dalam laman ESPN, di arena yang disesaki penggemar Spurs dari seluruh dunia. Spurs menempatkan jersey nomor 20 yang dikenakan Ginobili di samping jersey nomor 21 yang dikenakan Tim Duncan.

Duncan, mantan point guard Spurs Tony Parker, Fabricio Oberto dan pelatih Gregg Popovich bergantian menyampaikan pidato pada seremoni yang berlangsung Kamis malam waktu AS itu setelah San Antonio menggasak Cleveland Cavaliers 116-110, hari itu.

Selain mereka, para mantan rekan satu tim Ginobili turut menghadiri seremoni ini.

Baca juga: Guard Lakers Josh Hart sukses jalani operasi lutut

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siakam bawa Raptors hantam Knicks 117-92

Jakarta (ANTARA) – Pascal Siakam mencetak 14 dari total 31 poinnya pada kuarter ketiga ketika tim tamu Toronto Raptors terus memimpin selama pertandingan sampai akhirnya menang 117-92 melawan tim NBA terburuk musim ini, New York Knicks, Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB..

Siakam mencetak paling sedikit 30 poin untuk kelima kalinya dalam karirnya yang semuanya terjadi sejak 1 Januari lalu. Sang forward berhasil pada 11 dari 19 lemparan, selain mengumpulkan lima rebound dan lima assist. Raptors bahkan sempat unggul sampai selisih 31 poin.

Danny Green menyumbangkan 15 poin untuk Raptors yang memiliki efektivitas lemparan 44,9 persen dan berhasil pada 20 lemparan tiga angka.

Fred VanVleet mempersembahkan 12 poin dan delapan assist, sedangkan Norman Powell mencetak 11 poin dan Serge Ibaka dengan 10 poin dan 10 rebound.

Raptors mengistirahatkan Kawhi Leonard untuk kedua kali berturut-turut laga melawan Knicks, tetapi tidak menemukan kesulitan dalam mengalahkan New York untuk keenam kali berturut-turut dan ke-17 kali dalam 20 pertemuan terakhir kedua tim NBA ini.

Knicks menelan kekalahan kelima berturut-turut dan ke-13 dalam 14 pertandingan terakhir sejak menang dua kali berturut-turut melawan over San Antonio Spurs dan Orlando Magic, pada 24-26 Februari.

New York mesti memenangkan empat dari tujuh pertandingan terakhirnya agar bisa menghindarkan diri menyamai catatan terburuk dalam sejarah mereka pada musim 2014-2015.

Rookie Mitchell Robinson memimpin Knicks dengan 19 poin dan 21 rebound, sedangkan Kadeem Allen mempersembahkan 18 poin untuk New York yang punya efektivitas lemparan 36,5 persen, gagal pada 20 dari 26 lemparan tiga angkanya dan melakukan 17 kali turnover.

Lihat juga: Utah Jazz pecundangi L.A. Lakers
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NBA: Utah Jazz pecundangi L.A. Lakers

Pebasket Utah Jazz Joe Ingles (2) mendribel bola berupaya melewati hadangan pebasket Los Angeles Lakers Alex Caruso (4) pada kuarter keempat babak lanjutan NBA, di  Vivint Smart Home Arena, Salt Lake City, AS, Rabu (27/3). Utah Jazz berhasil mengalahkan Lakers 115 -100. ANTARA FOTO/Reuters-Jeff Swinger/hp.

Jalani operasi lutut, Dante Exum mungkin menepi hingga akhir musim

Jakarta (ANTARA) – Pebasket Utah Jazz, Dante Exum, sukses menjalani operasi lutut kanan akibat cedera kerobekan tendon patella, demikian diumumkan tim NBA tersebut pada Kamis (28/3) malam WIB.

Operasi Exum dijalani di Los Angeles dan pihak tim saat ini belum bisa memperkirakan berapa lama masa pemulihan pemain asal Australia itu, dan bukan tidak mungkin ia bakal menepi hingga akhir musim reguler.

Exum terakhir kali tampil pada 14 Maret 2019 kala Jazz menang 120-100 atas tamunya Minnesota Timberwolves.

Pemain berposisi guard itu musim ini telah tampil 42 kali dengan rataan 6,9 poin dan 2,6 assist.

Meski menjadi rekrutan kelima dalam NBA Draft 2014, karier Exum di NBA kerap terganjal oleh cedera demi cedera, sehingga ia cuma punya catatan rata-rata karier 5,9 poin per laga.

Pada 2015, achilles Exum robek dan ia absen sepanjang musim 2015-2016.

Kemudian pada 2017-2018 ia hanya tampil dalam 14 pertandingan musim reguler karena cedera pundak, setelah kemudian cedera hamstring membuatnya harus berhenti tampil di putaran kedua playoff musim yang sama.

Musim panas lalu, Exum mendapat perpanjang kontrak berdurasi tiga tahun bersama Jazz dengan nilai 33 juta dolar AS.

Baca juga: Guard Lakers Josh Hart sukses jalani operasi lutut

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Guard Lakers Josh Hart sukses jalani operasi lutut

Jakarta (ANTARA) – Pemain guard Los Angeles Lakers, Josh Hart, sukses menjalani operasi cedera lutut yang dideritanya, demikian diumumkan lewat laman resmi tim, Jumat dini hari WIB.

Menurut Lakers, cedera Hart yang dideritanya pada tendon patella lutut kanannya sukses ditangani dengan prosedur ultrasonik, untuk menyingkirkan bagian yang terinfeksi.

Lakers juga mengumumkan Hart akan bisa kembali melantai lagi dalam waktu sekira 12 pekan mendatang, yang artinya ia baru mungkin kembali pada musim depan.

Baca juga: Ada apa dengan LeBron James dan Los Angeles Lakers?

Pemain berusia 24 tahun itu musim ini memiliki rataan 7,8 poin dan 3,7 rebound dalam 67 penampilannya bersama Lakers.

Hart terakhir kali tampil pada 19 Maret lalu dalam laga melawan Milwaukee Bucks ketika ia bergulat dengan rasa nyeri di lututnya.

Ia merupakan rekrutan ke-30 putaran pertama NBA Draft 2017 yang dipilih oleh Utah Jazz, namun kemudian dikirimkan ke Lakers dalam kesepakatan pertukaran.

Baca juga: Setelah Ingram, Lakers tak diperkuat Lonzo Ball di sisa musim

Baca juga: Lonzo Ball bakal tanggalkan usaha keluarga demi Nike?

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Laga Hornets kontra Bucks diboyong ke Paris musim depan

Jakarta (ANTARA) – NBA mengumumkan mereka bakal memboyong laga musim reguler 2019-2020 antara Charlotte Hornets kontra Milwaukee Bucks ke Paris, Prancis.

Laga tersebut bakal digelar di AccorHotels Arena, Paris, pada 24 Januari 2020, demikian laman resmi NBA.

Ini merupakan kali pertama sebuah pertandingan musim reguler dimainkan di Paris, namun pada 1994 silam Hornets sudah pernah tampil di ibu kota Prancis tersebut dalam sebuah laga pramusim.

Hornets saat ini diperkuat dua pemain asal Prancis, yakni Tony Parker dan Nicolas Batum.

Sedangkan Bucks, sebelumnya juga memainkan laga musim reguler di luar negeri, tepatnya di London, Inggris, pada 2015 silam.

Keberadaan Parket dan Batum di Hornets diyakini bakal menjadi daya tarik, terlebih Bucks juga diperkuat bintang asal Eropa lainnya, yakni pemain Yunani Giannis Antetokounmpo yang musim ini menjadi salah satu kandidat kuat Pemain Terbaik (MVP) NBA.

Baca juga: Cedera parah paksa Jusuf Nurkic menepi hingga musim usai

“Laga ini akan menyajikan pertumbuhan global bola basket di salah satu kota terbesar di dunia,” kata Komisioner NBA Adam Silver.

“Mengingat Prancis merupakan negara Eropa yang paling banyak mengirimkan pemainnya ke NBA, kami tak sabar untuk mendekatkan para penggemar basket di Benua Biru pada laga musim reguler pertama NBA di Paris,” ujarnya menambahkan.

Prancis memang tercatat sebagai negara Eropa yang pemainnya paling banyak pernah tampil di NBA dengan total 28 orang.

Tariq Abdul-Wahad merupakan pemain kelahiran Prancis pertama yang melantai di NBA pada 1997-2003. Ia merupakan rekrutan ke-11 putaran pertama NBA Draft 2007 yang dipilih oleh Sacramento Kings.

Parker merupakan pemain Prancis tersukses di NBA, ia memiliki empat cincin juara yang diraihnya bersama San Antonio Spurs termasuk ketika ia terpilih menjadi MVP Final pada 2007. Ia juga enam kali terpilih masuk ke dalam tim All-Star NBA.

Baca juga: NBA hari ini, Blazers pastikan lolos playoff usai kalahkan Nets

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat tim ubah susunan “roster” jelang Seri III Semarang

Jakarta (ANTARA) – Empat dari tujuh tim peserta Srikandi Cup 2018-2019 melakukan perubahan susunan roster menjelang bergulirnya Seri III di GOR Sahabat, Semarang, pada 1-6 April 2019.

Keempat tim tersebut adalah tuan rumah Sahabat Semarang, Tanago Friesian Jakarta, Tenaga Baru Pontianak dan GMC Cirebon, demikian dilansir laman resmi Srikandi Cup, Kamis.

Sedangkan tiga tim lainnya, yakni Flying Wheel Makassar, Scorpio Jakarta dan favorit juara Merpati Bali, tetap mengusung roster yang sama menyongsong Seri III.

Tuan rumah, Sahabat, melakukan perubahan minor dengan memasukkan seorang point guard, Karissa Adelia Susanto, demi melapisi Nia Titin dan Eilyn Serelia menyusul masih cederanya point guard utama mereka, Dewi Putri Sungging Sari.

Kemudian Tanago mendapatkan Vonny Hantoro, demi menyuntik tenaga baru di paint area. Kedatangan Vonny bakal memberikan opsi tambahan bagi pelatih Abrizalt Hasiholan, setelah selama ini mengandalkan Jane Adelaide sendirian.

Selain Vonny, Tanago juga memasukkan dua nama baru di roster mereka yakni Redita Putri dan Ade Paramitha, demi membuktikan diri sebagai pesaing serius calon juara baru Srikandi Cup.

Perubahan roster juga dilakukan oleh Tenaga Baru yang memasukkan dua orang big man yakni Dara Tahirah yang musim lalu memperkuat Merah Putih Samator dan mantan penggawa Tanago, Matsuda Yuka.

Kehadiran dua big man tersebut akan membuat pemain senior, Fanny Kalumata, bakal lebih leluasa untuk mengoptimalkan posisi aslinya power forward.

Sementara itu, GMC menciptakan kejutan serius dalam perubahan roster mereka jelang Seri III, yakni mempromosikan pemain binaan mereka Nurlaela Azhara serta mencomot dua penggawa langganan tim nasional kelompok usia, Adelaide Calista Wongsohardjo dan Faizzatus Shoimah.

Lady, demikian sapaan akrab Adelaide, juga merupakan bagian dari timnas putri yang sempat tampil menjadi kejutan di ajang Asian Games 2018 dengan lolos ke delapan besar, demi memastikan satu tempat di putaran final Asian Games 2022 mendatang.

GOR Sahabat bakal menjadi saksi apakah perubahan-perubahan yang dilakukan oleh keempat tim bakal berbuah baik bagi penampilan mereka menuju UII-Playoffs Srikandi Cup 2019 yang bakal digelar 22 April mendatang.

Di sisi lain, konsistensi tiga tim yang tak melakukan perubahan juga diuji dalam total 14 pertandingan yang bakal digelar di Seri III.

Merpati Bali saat ini memimpin klasemen sementara Srikandi Cup 2018-2019 dengan catatan tujuh kemenangan dan satu kekalahan (7-1) berbuahkan 15 poin, diikuti secara berurutan Tanago (6-2), Sahabat (5-3), Scorpio (4-4), GMC (3-5), Tenaga Baru (2-6) dan Flying Wheel (1-7).

Baca juga: Srikandi Cup boyong seri playoff ke UII

Baca juga: Walau kalah, pelatih beri nilai tujuh untuk penampilan Sahabat

Baca juga: Tanago tundukkan Sahabat 54-50

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatihan mantan pebasket NBA

Mantan pebasket NBA Jason Richardson (kiri) memberikan pelatihan bola basket kepada siswa di SMA Negeri 82, Jakarta, Kamis (28/3/2019). Peraih dua gelar juara kontes slamdunk NBA itu memberikan pelatihan kepada siswa SMA Negeri 82 dalam rangka program Junior NBA. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

Jr NBA Indonesia siapkan calon bintang basket masa depan

Ajang NBA sangat popular di banyak negara dan menjadi instrumen ampuh untuk mengangkat semangat positif generasi muda di manapun termasuk Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Jr NBA Indonesia kembali hadir untuk keenam kalinya. Program pembinaan global tersebut akan menjaring anak-anak berusia 11-14 tahun dari seluruh Indonesia yang memiliki potensi dalam olahraga basket.

Program tersebut terdiri atas beberapa tahap yaitu seleksi, kualifikasi kejuaraan Dunia Jr. NBA wilayah Asia-Pasifik, dan Kejuaraan Dunia Jr. NBA yang akan diadakan di Amerika Serikat pada 6-11 Agustus 2019.

Gelaran Jr NBA Indonesia kali ini bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Amerika Serikat.

Assistant Cultural Attaché Kedutaan Besar Amerika Serikat Emily Abraham menjelaskan program ini menjadi perekat kemitraan yang selama ini terjalin baik.

“Ajang NBA sangat popular di banyak negara dan menjadi instrumen ampuh untuk mengangkat semangat positif generasi muda di manapun termasuk Indonesia. Harapan kami adalah semakin banyak program kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat yang melibatkan anak-anak muda,” ungkap Emily.

Tahun ini, Jr NBA Indonesia mendatangkan eks penggawa Golden State Warriors sekaligus mantan juara kontes slam dunk 2002-2003 NBA Jason Richardson. Rencananya ia akan melatih dan memilih lima anak-anak laki-laki dan lima anak-anak perempuan terbaik dalam Jr NBA Indonesia All-Stars 2019.

“Saya sangat senang mendapat kesempatan untuk berpartispasi dalam program ini yang tidak hanya memberikan pengetahuan olahraga basket kelas dunia tetapi juga berbagi banyak hal tentang pengalaman hidup,” ujar Jason Richardson yang sempat terpilih di urutan kelima secara keseluruhan oleh Golden State Warriors pada ajang NBA Draft 2001.

Jason akan berada di Indonesia hingga penyelenggaraan camp Jr NBA di Cilandak Sport Center, Sabtu (30/3/2019).

Sejak diluncurkan pada 2014, program Jr NBA Indonesia telah menjangkau lebih dari 16,5 juta anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan di Tanah Air.

Selama musim 2018-19, NBA berencana menjangkau lebih dari 51 juta anak di 75 negara melalui permainan antar liga, program kunjungan sekolah, pelatihan, dan tes keterampilan.

Baca juga: NBA latih ribuan anak Indonesia bermain basket

Baca juga: Pakar NBA: anak Indonesia berbakat tapi pemalu

Baca juga: NBA gandeng Blibli.com luncurkan toko online resmi di Indonesia

Pewarta: Adnan Nanda
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lonzo Ball bakal tanggalkan usaha keluarga demi Nike?

Jakarta (ANTARA) – Point guard Los Angeles Lakers, Lonzo Ball, kian kencang dirumorkan bakal meninggalkan jenama bentukan ayahnya LaVar Ball yakni Big Baller Brand demi hijrah ke jenama paling populer dalam olahraga bola basket, Nike.

Tiga hari lalu, dalam unggahan di laman instagram pribadinya, @zo, Ball mengunggah sebuah foto dirinya yang berbubuhkan tulisan “It’s only a crazy dream until you do it.” di dalamnya.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih Ball mengatakan “segala sesuatu akan dianggap mimpi muluk-muluk hingga kau mewujudkannya.”

Dalam unggahan yang sama, Ball membubuhkan keterangan “Bergerak menuju ke sesuatu yang lebih baik dan lebih besar” sembari menambahkan tagar #MyOwnMan.

Paduan siratan kepindahan dan bubuhan “do it” yang begitu kental dengan slogan Nike, “Just Do It”, menimbulkan spekulasi bahwa Ball bakal pindah bergabung sebagai atlet yang disponsori jenama berlogokan tanda contreng tersebut.

Spekulasi kian menguat ketika kolumnis senior ESPN, Ramona Shelburne, menurunkan laporan bahwa keluarga Ball telah menyepakati rencana untuk membubarkan Big Baller Brand serta pendana Alan Foster.

Keputusan Ball disebut-sebut didasari raibnya uang senilai 1,5 juta dolar AS (sekira Rp21 miliar) yang seharusnya menjadi bagiannya dari bisnis Big Baller Brand dengan tuduhan jumlah tersebut digelapkan oleh Foster.

Ball mendapat dukungan serius dari rekan setimnya di Lakers, megabintang LeBron James, yang merupakan atlet dengan kontrak seumur hidup bersama Nike dan telah menelurkan belasan edisi sepatu basket khusus, dengan sublini LeBron.

Kepada harian Los Angeles Times, James menyuarakan dukungannya dan menyatakan kegembiraan bahwa akhirnya Ball berhasil merebut kuasa atas nasibnya sendiri dari bayang-bayang keluarganya.

“Saya menyukai fakta bahwa (Lonzo) akhirnya mengambil kendali atas nasibnya sendiri. Itu kabar yang sangat menyenangkan bagi saya,” kata James.

Big Baller Brand (BBB) adalah jenama perlengkapan olahraga bentukan LaVar Ball bersama Alan Foster, yang membuat ketiga kakak beradik Ball “terkekang” untuk menjadi atlet binaan mereka yakni Lonzo, LiAngelo dan LaMelo.

Ketiganya masing-masing telah dibuatkan sepatu sublini yang penjualannya, yakni ZO2 untuk Lonzo, G3 untuk LiAngelo dan MB1 untuk LaMelo.

Ironisnya, semenjak mengenakan BBB ZO2 sejak musim debutnya di NBA, Lonzo Ball telah tiga kali menderita cedera engkel yang dalam beberapa kali keterangan resmi Lakers selalu mengaitkannya dengan pemilihan sepatunya.

Kini, Lonzo telah mengganti foto profil instagramnya dengan foto masa kecilnya yang mengenakan kaos berlogo Nike, yang mungkin hanya tinggal menghitung waktu sebelum mengumumkan kesepakatan kontrak sponsor dengan Lonzo dalam waktu dekat.

Baca juga: Setelah Ingram, Lakers tak diperkuat Lonzo Ball di sisa musim

Baca juga: Lakers bakal kehilangan Lonzo Ball 4-6 pekan

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wahyu Widayat Jati selalu siap jika dipercaya tangani timnas

Jakarta (ANTARA) – Pelatih NSH Jakarta, Wahyu Widayat Jati, mengaku selalu siap untuk memberikan segenap kemampuannya jika dipercaya menangani tim nasional bola basket putra Indonesia, setidaknya untuk ajang SEA Games 2019 nanti di Manila, Filipina.

Nama Wahyu beberapa hari terakhir sudah dikonfirmasi manajer timnas putra, Fareza Tamrella, bakal menjadi pengganti Fictor Gideon Roring yang sudah mengundurkan diri, meski surat keputusan (SK) resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) belum terbit.

“Kalau dipercaya bekerja untuk negara, kapan pun saya siap,” kata Wahyu mantap ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Ini bukan kali pertama pria yang akrab disapa Cacing itu dipercaya menangani timnas putra. Pada SEA Games 2017 lalu, Wahyu juga mendampingi timnas putra meraih medali perak di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kala itu, timnas putra masih diperkuat Mario Wuysang dan Christian “Dodo” Ronaldo Sitepu, dua pemain yang kini sudah memutuskan gantung sepatu dari timnas, serta pemain naturalisasi Ebrahim “Biboy” Enguio Lopez yang dalam setahun terakhir namanya tak banyak terdengar.

Wahyu mengaku akan ada perubahan dalam jumlah signifikan untuk skuat yang diboyong ke Manila, dibandingkan pada SEA Games 2017 lalu.

“Berubah,” kata Wahyu pendek meski ia belum mau mengelaborasi lebih lanjut.

Sementara itu, Wahyu juga belum memastikan apakah kontraknya di NSH yang berakhir pada 31 Agustus 2019 akan dilanjutkan ataupun diperbolehkan untuk merangkap jabatan sebagaimana Fictor memimpin timnas dan Pelita Jaya Basketball dalam satu waktu bersamaan.

“Belum ada omongan soal itu, SK juga belum keluar kan,” ujarnya.

Pun demikian, Wahyu memiliki modal kuat selain medali perak SEA Games 2017 yakni gelar Pelatih Terbaik Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2018-2019 setelah mengantarkan NSH lolos ke playoff dan semifinal untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, dengan memuncaki klasemen akhir musim reguler Divisi Merah.

Sementara itu, Fictor, yang sudah mundur mengaku siap memberikan bantuan jika kemampuannya masih dibutuhkan dengan kapasitas bukan pelatih di timnas putra.

“Yang jelas saya kalau ketemu akan mengucapkan selamat kalau sudah resmi ke Coach Wahyu, dan saya siap membantu jika dibutuhkan, entah persiapan dan sebagainya,” tutur pria yang akrab disapa Ito itu kepada Antara, Senin (25/3).

Baca juga: Fictor Roring: tantangan Indonesia ke depan berat

Baca juga: Fictor Roring merasa capai semua target bersama timnas

Baca juga: Bakal latih timnas, Wahyu Widayat Jati lepas dari NSH?

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NBA hari ini, Blazers pastikan lolos playoff usai kalahkan Nets

Jakarta (ANTARA) – Portland Trail Blazers berhasil memastikan diri lolos ke babak playoff seusai mengalahkan Brooklyn Nets 148-144 dalam laga lanjutan NBA hari pertama pekan ke-24, Selasa WIB.

Blazers yang kini telah membukukan 46 kemenangan dan 27 kekalahan (46-27), menjadi tim kedua dari Divisi Barat Laut yang memastikan lolos ke babak playoff menyusul Denver Nuggets (49-23).

Sementara di Wilayah Barat selain Nuggets dan Blazers, juara bertahan Golden State Warriors (50-23) juga sudah memesan satu tiket ke babak playoff.

Sedangkan dari Wilayah Timur empat tim sudah memastikan lolos ke playoff yakni Milwaukee Bucks (55-19), Toronto Raptors (51-23), Philadelphia 76ers (47-27) dan Indiana Pacers (45-29).

Blazers yang menjamu Nets di Moda Center, Oregon, harus melewati dua kali babak tambahan (overtime) untuk memastikan kemenangan atas tamunya.

Sayangnya, kemenangan itu harus dibayar mahal oleh Blazers yang harus kehilangan Jusuf Nurkic karena cedera mengerikan yang dialaminya pada pertengahan babak overtime kedua.

Berikut ringkasan hasil rangkaian laga lanjutan NBA hari pertama pekan ke-24 yang berlangsung Selasa WIB (tuan rumah disebut pertama):

Orlando Magic 119 – Philadelphia 76ers 98

Di Amway Center, Florida, Magic berhasil menyajikan penampilan gahar di paruh kedua pertandingan untuk memastikan kemenangan, setelah sempat tertinggal 57-60 di pengujung kuarter kedua.

Nikola Vucevic jadi bintang kemenangan dengan membukukan catatan dwiganda 28 poin dan 11 rebound yang dilengkapi empat buah assist.

Vucevic mendapat bantuan 24 poin dan tujuh assist milik Evan Fournier, 15 poin Michael Carter-Williams, 12 poin Aaron Gordon dan 10 poin Khem Birch.

Bagi Sixers, Joel Embiid mencatatkan dwiganda 20 poin dan 10 rebound, diikuti 15 poin dari Tobias Harris serta masing-masing 13 poin yang dicetak Jimmy Butler dan Shake Milton, di tengah diistirahatkannya Ben Simmons.

Memphis Grizzlies 115 – Oklahoma City Thunder 103

Grizzlies sukses menjungkalkan Thunder dengan skor 115-103 di FedExForum, Tenessee, berkat kontribusi dominan dari panca pemula mereka yang secara keseluruhan menyumbangkan 98 poin dalam kemenangan tersebut.

Bahkan tiga dari kelima pemain tersebut mencapai catatan dwiganda, yang dipimpin Bruno Caboclo dengan 24 poin dan 11 rebound, Jonas Valanciunas 18 poin dan 14 rebound serta Delon Wright 18 poin dan 13 assist. Tyler Dorsey menyusul dengan 21 poin diikuti Justin Holiday 17 poin.

Penampilan prima panca pemula Grizzlies sukses membendung Thunder yang disokong catatan dwiganda 30 poin dan 12 rebound milik Paul George, 25 poin Dennis Schroeder, 16 poin Russell Westbrook sera 13 poin Terrance Ferguson.

Utah Jazz 125 – Phoenix Suns 92

Bintang Suns, Devin Booker, memborong 59 poin di laga tersebut, namun hal itu tak mampu menghindarkan Suns dari kekalahan 92-125 melawan tuan rumah di Vivint Smart Home Arena.

Sebab Booker menjadi satu-satunya pemain Suns yang berhasil membukukan raihan dua digit di laga tersebut.

Berbanding terbalik, di kubu Jazz seluruh panca pemula mereka meraih dua digit. Rudy Gobert bahkan mencatatkan dwiganda lewat 27 poin dan 10 rebound, diikuti Ricky Rubio dan Derrick Favors masing-masing 18 poin, Joe Ingles 14 poin dan Donovan Mitchell 10 poin.

Portland Trail Blazers 148 – Brooklyn Nets 144

Sebelum ditandu meninggalkan lapangan pada pertengahan babak overtime kedua, Jusuf Nurkic telah menorehkan kontribusi merata untuk Blazers yakni 32 poin, 16 rebound, lima assist, dua steal dan empat blok.

Kontribusi dan cederanya Nurkic dipastikan tidak sia-sia oleh rekan-rekannya yang berhasil memastikan kemenangan 148-144 atas Nets sekaligus memesan satu tempat di babak playoff.

Damian Lillard membukukan catatan dwigada 31 poin dan 12 assist yang dilengkapi enam buah rebound, diikuti 20 poin dari Seth Curry, 18 poin Rodney Hood, 13 poin Maurice Harkless, dwiganda 12 poin dan 10 rebound Enes Kanter serta 12 poin Zach Collins.

Bagi Nets, D’Angelo Russell memimpin lewat catatan hampir triganda lewat 39 poin, sembilan rebound dan delapan assist, dibantu 22 poin Spencer Dinwiddie, 18 poin DeMarre Carroll, 16 poin Caris LeVert, 15 poin Jared Dudley, 13 poin Joe Harris dan 10 poin Jarrett Allen.

Baca juga: Kai Sotto, calon bintang basket Filipina incar karier di NBA

Baca juga: Spurs segera hadirkan veteran Motiejunas

Baca juga: Ada apa dengan LeBron James dan Los Angeles Lakers?

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera parah paksa Jusuf Nurkic menepi hingga musim usai

Jakarta (ANTARA) – Cedera parah yang diderita Jusuf Nurkic,  memaksa center Portland Trail Blazers itu menepi hingga musim NBA 2018-2019 usai.

Nurkic mengalami cederanya pada laga melawan Brooklyn Nets, Selasa WIB, tepatnya di pertengahan babak kedua masa tambahan waktu (overtime).

Pada sisa waktu 2 menit 22 detik babak overtime kedua, Nurkic yang mendarat usai duel perebutan bola rebound, kaki kirinya menginjak sepatu pemain Nets, Jared Dudley, sebelum membengkok dengan kondisi yang mengerikan.

Setelah mendapat perawatan dari tenaga medis selama beberapa menit, Nurkic akhirnya ditandu keluar meninggalkan lapangan.

Hasil pemeriksaan tim medis Blazers memastikan Nurkic mengalami patah tulang tibia dan fibula kaki kirinya, sehingga harus menepi setidaknya hingga musim berakhir.

Sebelum meninggalkan lapangan, Nurkic menjadi salah satu penampil terbaik Blazers dengan catatan 32 poin, 16 rebound, lima assist, dua steal dan empat blok.

Blazers memang akhirnya meraih kemenangan 148-144 atas Nets yang memastikan mereka lolos ke babak playoff, namun suasana di ruang ganti seusai laga tak diwarnai atmosfer perayaan sedikitpun karena pikiran mereka terbagi dengan kekhawatiran atas keadaan Nurkic.

Baca juga: NBA hari ini, Blazers pastikan lolos playoff usai kalahkan Nets

Hal itu diakui pelatih kepala Blazers, Terry Stotts, yang menyebut cedera Nurkic begitu mengenaskan.

“Kami tidak bisa merayakan apapun,” kata sang pelatih sebagaimana dikutip Reuters.

“Kami menyampaikan segenap doa yang terbaik bagi Nurkic. Itu saja,” ujar dia menambahkan.

Baca juga: Asa playoff Timberwolves redup ditinggal tiga pemain inti
Baca juga: Kai Sotto, calon bintang basket Filipina incar karier di NBA
Baca juga: Spurs segera hadirkan veteran Motiejunas
Baca juga: Ada apa dengan LeBron James dan Los Angeles Lakers?

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NBA: Utah Jazz VS Phoenix Suns

Pebasket Phoenix Suns Deandre Ayton (22) berupaya memasukkan bola ke arah lawannya Utah Jazz yang dijaga Rudy Gobert (27) pada pertandingan kuarter pertama NBA, di Vivint Smart Home Arena, Salt Lake City, AS, Senin 25/3/2019). ANTARA FOTO/Reuters-Russ Isabella/hp.

NBA: L.A. Lakers kalahkan Sacramento Kings

Pebasket Los Angeles Lakers Kyle Kuzma (kedua kiri) berupaya memasukkan bola untuk menambah angka bagi timnya  saat melawan Sacramento Kings pada pertandingan lanjutan NBA, di  Staples Center, Los Angeles, CA, AS, Minggu (24/3/2019). Los Angeles Lakers berhasil mengalahkan Sacramento Kings 111-106. ANTARA FOTO/Reuters- Gary A. Vasquez/hp.

Kai Sotto, calon bintang basket Filipina incar karier di NBA

Jakarta (ANTARA) – Usia Kai Sotto masih 16 tahun dengan tinggi badan 2,18 meter dan kemungkinan tingginya masih bertambah karena usia yang masih muda.

Setelah beredar spekulasi mengenai masa depannya, Sotto akhirnya memutuskan untuk berlatih di luar negeri selama beberapa tahun ke depan dengan satu tujuan, menjadi pemain kelahiran Filipina pertama yang bermain pada  kompetisi basket paling bergengsi di dunia, NBA.

Sotto mengumumkan keputusannya tersebut di media sosial dan langsung mendapat berbagai tanggapan dari warga dunia maya yang bernada positif dan memberikan dukungan.

“Nakapag-decide na po ako at ang pamilya ko,” (Saya dan keluarga telah mengambil keputusan,” kata Sotto, anak dari Ervin Sotto, mantan pebasket Filipina dan saat ini merupakan asisten pelatih klub NLEX.

“Saya akan berangkat segera untuk memulai latihan secara penuh. Saya ingin fokus dua sampai tiga tahun mendatang untuk mencapai target bergabung dengan klub NBA pada 2021 atau 2022,” kata Sotto.

Sotto pun siap mengikuti jejak Jordan Clarkson, pemain klub Cleveland Cavaliers yang pernah tampil memperkuat tim nasional Filipina di Asian Games 2018 di Jakarta. Clarkson adalah pemain yang beribu Filipina, tapi dilahirkan dan dibesarkan di AS.

Menurut Sotto, ia sudah berkonsultasi beberapa kali tidak hanya dengan keluarga, tapi juga tokoh basket yang dianggapnya sebagai mentor, termasuk bos perusahaan telekomunasi Manny V. Pangilinan dan Arben Santos dari Ateneo, sebelum memutuskan untuk berlatih di luar negeri.

Meski tidak menjelaskan secara rinci klub yang dituju, sebuah sumber mengungkapkan bahwa Sotto sudah setuju untuk bergabung dengan perusahaan manajemen yang berkedudukan di AS dan siap untuk mengurusi dan mendukung karier dan perkembangannya sebagai pemain basket.

Sotto juga mengakui bahwa ia sudah menerima banyak tawaran, termasuk klub profesional dari Eropa, serta klub perguruan tinggi di AS yang menyatakan tertarik untuk merekrut pemain asal Filipina tersebut.

Salah satu klub profesional di Liga Eropa yang sudah menyampaikan ketertarikan dengan Sotto adalah Real Madrid, FC Barcelona, Baskonia, Alda Berlin dan Movistar Estudiantes.

Meski mendapat banyak tawaran, Sotto menyatakan bahwa hal yang diharapkannya adalah bahwa kedua orang tua, juga seluruh pendukung basket di Filipina akan menghargai usaha dan cita-citanya untuk mencapai impian semua pemain basket, yaitu bermain di NBA.

Saat ini, Sotto sangat diharapkan oleh tim nasional Filipina untuk tampil di Kejuaraan Dunia FIBA U-19 tahun di Heraclion, Yunani pada 29 Juni sampai 7 Juli mendatang, dimana Filipina menghuni Grup C bersama tuan rumah Yunani, Argentina dan Rusia.
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fictor Roring: tantangan Indonesia ke depan berat

Jakarta (ANTARA) – Mantan pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia Fictor Gideon Roring, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya mengungkapkan bahwa Merah Putih memiliki tantangan berat dalam peta persaingan di Asia Tenggara di masa mendatang.

“Saya sih lihat ke depannya Indonesia itu berat ya, saya rasakan kemarin juga sudah berat sebetulnya,” kata Fictor saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Sebab, menurut Fictor negara-negara pesaing Indonesia di Asia Tenggara tengah berkembang pesat dalam kancah bola basket, yakni Thailand, Malaysia dan Singapura.

Kata Fictor, timnas ketiga negara tersebut saat ini sedang memetik buah dari masa generasi emas.

Golden age-nya mereka itu sekarang-sekarang ini. Sementara kita kebanyakan pemain yang ada di timnas itu agak lumayan berumur, jadi saya bilang kita harus mawas diri,” kata Fictor.

Tentu saja, Fictor belum menyebutkan Filipina yang sejak lama merajai peta persaingan bola basket di Asia Tenggara dan masih sulit ditandingi.

“Tapi kita enggak bisa cuma mengantisipasi Filipina. Kita harus mengantisipasi Thailand, Malaysia dan Singapura, itu ancaman yang sangat-sangat serius,” ujarnya.

Baca juga: Selain timnas, Fictor Roring juga ingin mundur latih Pelita Jaya

Ia berharap penggantinya, Wahyu Widayat Jati, yang sudah ditunjuk meski belum terbit surat keputusan (SK) resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi), bisa sekurang-kurangnya mempertahankan prestasi medali perak di SEA Games 2019.

“Saya rasa kita maunya kan trennya tetap sama kan. Kita enggak mau menurun seperti di 2013,” ujar Fictor.

Sebagai catatan pada SEA Games 2013 di Naypyidaw, Myanmar, Indonesia tak kebagian medali dari cabang olahraga basket putra setelah dua tahun sebelumnya hanya mendapatkan perunggu.

Pada 2017, Indonesia yang juga ditangani oleh Wahyu berhasil meraih medali perak setelah dikalahkan telak Filipina dengan skor 55-94 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fictor Roring merasa capai semua target bersama timnas

Jakarta (ANTARA) – Fictor Gideon Roring merasa semua target yang dibebankan ke pundaknya ketika melatih tim nasional bola basket putra Indonesia tercapai.

Pun demikian, karena kondisi pribadinya, terutama masalah kesehatan, membuat ia memang memutuskan sudah waktunya berhenti dari jabatan pelatih baik di timnas maupun klub IBL, Pelita Jaya Basketball.

“Saya rasa sih apa yang saya capai dengan timnas dalam setahun terakhir sudah sesuai dengan target yang dibebankan kepada saya,” kata Fictor saat dihubungi dari Jakarta, Senin sore.

Di tangan pelatih yang akrab disapa Ito itu, timnas putra berhasil menjuarai Test Event Asian Games 2018 usai mengalahkan India 78-68 di Hall A Basket Senayan, Jakarta, pada Februari 2018.

Kemudian pada Juni 2018, timnas putra yang mengusung nama Pelita Jaya juga menjuarai Kejuaraan SEABA 2018 di Nonthaburi, Thailand, usai menyapu bersih kemenangan dalam lima pertandingan.

Lantas dalam ajang Asian Games 2018 di Jakarta, pada Agustus 2018, Indonesia berhasil lolos dari Grup A untuk mencapai delapan besar demi memastikan satu tempat di putaran final Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Turnamen terakhir yang diikuti Indonesia dengan didampingi Fictor adalah prakualifikasi Piala Asia FIBA 2021 di Thailand pada 26 November-1 Desember 2018, di mana Indonesia menempati peringkat keempat klasemen akhir putaran kedua demi memastikan langkah berlanjut ke fase kualifikasi yang belum dijadwalkan.

“Jadi semua pencapaian tidak ada yang meleset dari yang dibebankan ke saya,” kata Fictor.

“Makanya sebetulnya tidak ada alasan yang istimewa untuk melepaskan tanggung jawab ini,” ujar dia menambahkan.

Kendati demikian, Fictor akhirnya tetap mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala timnas demikian dikonfirmasi manajer timnas basket putra untuk SEA Games 2019 Fareza Tamrella.

Pelatih NSH Jakarta, Wahyu Widayat Jati, sudah diputuskan menjadi pengganti Fictor di timnas, namun surat keputusan (SK) resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) belum terbit.

Wahyu, yang akrab disapa Cacing, juga memiliki rekam jejak positif bersama timnas putra, ketika ia meraih medali perak SEA Games 2017 di Malaysia.

Baca juga: Fictor Roring mundur dari timnas basket putra

Baca juga: Selain timnas, Fictor Roring juga ingin mundur latih Pelita Jaya

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selain timnas, Fictor Roring juga ingin mundur latih Pelita Jaya

Jakarta (ANTARA) – Fictor Gideon Roring menyatakan ia bukan hanya mengundurkan diri dari kursi pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia, tetapi juga berencana mundur dari jabatan yang sama di tim Pelita Jaya Basketball.

Kendati demikian, Ito –demikian ia akrab disapa– akan tetap bertahan di Pelita Jaya kembali mengampu jabatan sebagai general manager yang telah didudukinya sejak 2017 silam.

“Di Pelita Jaya saya masih, tapi kemungkinan besar enggak melatih. Jadi bukan hanya di timnas,” kata Fictor ketika dihubungi dari Jakarta, Senin sore.

“Jadi bukan hanya timnasnya tapi sebetulnya harus diturunin levelnya jadi tidak melatih lagi,” ujar dia menambahkan.

Fictor mengaku ada berbagai alasan atas keputusannya tersebut, namun yang paling mendasar adalah kondisi pinggangnya yang dinilainya cukup mengganggu aktivitasnya melatih.

“Sejak saya melatih timnas, terus tahun ini juga melatih Pelita Jaya, ada beberapa kejadian pinggang saya bermasalah. Sempat dirawat. Dan itu kondisinya masih cukup rentan,” kata dia.

Pengganti Fictor di timnas putra sudah ditentukan yakni pelatih NSH Jakarta Wahyu Widayat Jati, meski belum keluar surat keputusan (SK) resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi).

Sedangkan untuk penggantinya di Pelita Jaya, Fictor mengaku ia bersama pemilik tim Syailendra Bakrie masih belum diputuskan.

“Masih belum final, tapi dalam waktu dekat akan diputuskan. Toh ini masih offseason juga,” kata Fictor.

Fictor mengambil alih posisi pelatih kepala Pelita Jaya sejak IBL 2018-2019 dari Johannis Winar yang digeser menjadi asisten pelatih.

Semasa melatih timnas putra untuk kesekian kalinya, Fictor berhasil mengantarkan Indonesia menjuarai Test Event Asian Games 2018, memenangi Kejuaraan SEABA 2018, mencapai delapan besar Asian Games 2018 serta lolos ke fase kualifikasi Piala Asia FIBA 2021.

Baca juga: Dipecundangi Satya Wacana, Fictor Roring serasa di planet lain

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Giedrius Zibenas, pewujud mimpi lama bos Stapac berbuah gelar juara

Jakarta (ANTARA) – Irawan Haryono bukanlah nama baru dalam kancah bola basket Indonesia. Ia adalah pemilik yang merangkap menjadi manajer dari Stapac Jakarta, tim yang sudah berkali-kali berganti nama sejak pertama kali muncul sebagai Asaba Jakarta pada 1986 silam.

Kim Hong, demikian Irawan akrab disapa, mengaku jika ada yang belum kesampaian dalam tiga dasawarsa ia berkecimpung di dunia basket adalah merasakan dan menyaksikan langsung sentuhan bola basket gaya Eropa Timur.

Syahdan pada 15-30 Juli 2017, tim nasional bola basket putra Indonesia menjalani pemusatan latihan (TC) di Lithuania sebagai kelanjutan dari TC di Amerika Serikat bulan sebelumnya dalam persiapan menyambut SEA Games 2017.

Di Lithuania, timnas putra mendapatkan pelatihan dari pelatih setempat. Yang memimpin sesi klinik pelatihan intensif bagi timnas putra kala itu adalah Giedrius Zibenas, pelatih yang kelak akan menjadi sosok pewujud mimpi Irawan.

Selang setahun kemudian, Irawan yang masih dilanda kekecewaan atas hasil Stapac yang terhenti secara kontroversial di babak semifinal IBL 2017-2018 tengah bimbang karena timnya ditinggalkan pelatih Geraldo “Bong” Ramos yang pulang ke kampung halamannya untuk melatih Blackwater Elite di liga bola basket Filipina (PBA).

Di tengah situasi tersebut, Irawan berkomunikasi dengan Suhadi, mantan manajer timnas basket putra untuk SEA Games 2017, yang juga ikut mendampingi dalam TC di Lithuania kala itu. Suhadi menjadi perantara dan memperlihatkan bagaimana Zibenas memimpin klinik pelatihan untuk timnas putra.

Dari secuil informasi itu, Irawan tertarik untuk menggunakan jasa Zibenas. Menariknya, pertimbangan lain yang mendasari keputusan Irawan untuk mempekerjakan Zibenas adalah tarif gajinya yang tidak terlalu mahal.

“Saya banding-bandingin kok dia enggak mahal ya. Daripada saya ambil Filipina lagi. Pertimbangan pertama itu, kok ternyata cuma segini aja harganya,” kata Irawan ditemui di GOR C’Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3).

Bahkan, Irawan mengaku bahwa tarif gaji Zibenas tidak berbeda jika dibandingkan dengan Bong Ramos.

“Jadi kenapa kita enggak mau mencoba. Cuma memang, waktu timnas putra itu kan sama dia cuma latihan. Kita belum pernah lihat dia pengalaman pegang tim,” kata Irawan sembari menambahkan bahwa ia tidak memiliki ekspektasi berlebihan terhadap Zibenas pada awalnya.

Awalnya, Irawan memanggil Zibenas ke Indonesia hanya untuk memimpin sesi latihan, sebagai sebuah batu loncatan untuk semakin meyakinkan dirinya dalam mengambil keputusan.

“Begitu lihat dia nge-drill wah kaget saya. Buset ini orang teliti begini, lagsung saya tertarik,” kata Irawan mengenang momen final pengambilan keputusannya untuk mempercayakan posisi pelatih kepala Stapac kepada Zibenas.

Namun, ada momen menarik yang diingat oleh Irawan dari saat itu. Zibenas, kata Irawan, melontarkan kritik pedas lantaran ketika itu sesi latihan yang jadi batu loncatannya hanya diikuti oleh enam pemain Stapac.

“Sampai dia marah-marah sama saya, dia bilang ‘kamu ini, ofisial lebih banyak dari pemain, mana pemainnya?‘,” kenang Irawan.

Kala itu memang sebagian besar pemain Stapac sudah habis masa kontraknya dan Irawan belum mengambil keputusan apapun terkait kondisi roster.

Maka dikumpulkanlah satu per satu bahan-bahan ramuan yang akan diracik oleh Zibenas. Termasuk salah satunya kedatangan Kaleb Ramot Gemilang dari CLS Knights, menyusul kepergian point guard andalan musim sebelumnya Andakara Prastawa Dhyaksa yang menyeberang ke Pelita Jaya Basketball.

Bahkan, Irawan mengakui baru menyepakati kontrak untuk Isman Thoyib dalam gelaran turnamen pramusim IBL Go-Jek 2018 di Solo pada Oktober 2018.

Sedangkan dari segi pemain asing yang didatangkan dalam kuota sesuai regulasi IBL, Stapac memutuskan untuk memulangkan Keenan Peterson yang awalnya mereka pilih untuk digantikan Savon Goodman. Sebelum kemudian, Jordin Mayes menderita cedera achilles tepat pada laga pertama musim reguler Seri I Semarang IBL 2018-2019 dan digantikan Kendal Yancy.

Belakangan bahan-bahan tersebut diracik oleh Zibenas untuk membukukan catatan 21 kemenangan dan hanya satu kekalahan sepanjang IBL 2018-2019, serta mengantarkan gelar juara bagi Stapac yang terakhir kali mencapainya pada 2014 saat liga masih bernama Liga Bola Basket Nasional (NBL) Indonesia.

Zibenas bukan saja mewujudkan mimpi Irawan untuk merasakan pola permainan khas Eropa Timur yang menonjolkan kolektivitas tim ketimbang bergantung pada satu dua pemain bintang semata, tetapi juga memuaskan dahaga juara Stapac.

Di partai final IBL 2018-2019, Stapac mempecundangi juara bertahan Satria Muda dua laga langsung dengan kemenangan 79-68 dan 74-56 untuk meraih trofi ke-13 bagi tim yang menyemai tradisi jawara mereka sejak 1988 silam.

Transfer ilmu

IBL 2018-2019 memang musimnya Stapac. Mereka melengkapi tiga capaian jawara yakni di turnamen pramusim, musim reguler dan seri playoff.

Tak hanya itu, Stapac juga panen penghargaan perorangan di IBL 2018-2019. Agassi Goantara didapuk sebagai Debutan Terbaik, Widyantaputra Teja menjadi Pemain Paling Meningkat, Abraham Damar Grahita meraih Cadangan Terbaik dan Kaleb menyabet gelar perorangan tertinggi yakni Pemain Terbaik.

Titik kulminasinya adalah keberhasilan Goodman menjadi Pemain Terbaik Final IBL 2018-2019 berkat catatan dwiganda 21 poin dan 12 rebound di laga pertama yang dilengkapi 20 poin dan 19 rebound di pertandingan kedua.

Sedangkan Zibenas boleh jadi gagal meraih gelar Pelatih Terbaik hanya karena ia melatih tim tradisional jawara Stapac, kalah bersaing dari pencapaian Wahyu Widayat Jati yang menorehkan tinta emas dalam sejarah NSH Jakarta yakni mengantarkan mereka lolos playoff untuk pertama kalinya dan langsung ke babak semifinal karena mengakhiri musim reguler sebagai pemuncak klasemen akhir Divisi Merah.

Namun bagi Irawan, pelatih terbaik musim ini di IBL 2018-2019 tetaplah Zibenas. Pria asal Lithuania itu bukan saja berhasil mengakhiri paceklik gelar Stapac dalam lima tahun terakhir tapi menanamkan ilmu yang akan menjadi pondasi bagi kejayaan tim tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Irawan bahkan menyatakan rasa puasnya sebelum ia ikut menyerbu masuk ke tengah lapangan GOR C’Tra Arena pada Sabtu (23/3) malam untuk turut mengangkat trofi IBL 2018-2019.

“Puas banget. Pasti. Karena banyak sekali ilmu baru yang ia bagikan,” kata Irawan pada Sabtu (23/3) sore.

“Menurut saya dengan dia datang saya belajar banyak. Jauh. Mau dari segi persiapannya, sesi latihannya, lagi mainnya, dan sekali lagi yang utama disiplinnya,” ujarnya menambahkan.

Disiplin tinggi

Salah satu ilmu yang ditinggalkan adalah tingginya tingkat disiplin latihan.

Jika berkesempatan untuk menyaksikan langsung sesi latihan Stapac, paduan suara decit-decit sepatu yang beradu dengan lantai lapangan maupun bola yang menghantam permukaan kayu akan kerap diselingi arahan nada-nada tinggi dari Zibenas.

Sepintas, arahan-arahan itu terdengar seperti orang yang tengah marah-marah dan memaki-maki para lawan bicaranya.

Itu juga kesan yang diakui oleh Abraham ketika ia menyampaikan keterangan dalam jumpa pers purnajuara.

“Menurut gua, latihan kami selama ini, dimarah-marahin dimaki-maki setiap hari, itu terbayar. Hari ini kami juara!” kata Abraham masih dengan rona bahagia berhasil meraih gelar juara pertamanya.

Tak hanya di sesi latihan, disiplin tinggi Zibenas juga terjadi dalam pertandingan. Irawan mengaku Zibenas secara blak-blakan memintanya tidak duduk di bangku cadangan pemain ataupun berbicara di sesi arahan di ruang ganti, dua hal yang mungkin tak asing dilakukannya di masa-masa Stapac ditangani pelatih-pelatih terdahulu.

Dalam keikutsertaan pada turnamen Piala Pacific Caesar di Surabaya pada Juli 2018, Zibenas belum menangani Stapac dan hanya hadir di tribun penonton sedangkan Irawan masih mendampingi pelatih kepala waktu itu Antonius Joko di bangku cadangan.

“Terus dia bilang, ‘gua tahu lo owner, tapi gua enggak mau duduk di bench. Pokoknya lo enjoy the game aja,” kenang Irawan.

“Terus kalau pas masuk ruang ganti, gua gak boleh ngomong. Dia bilang “lo kalau mau ngomong silakan, kalau udah kelar keluar. Kalau gua enggak bisa menyelesaikan masalah baru gua panggil lo, selama gua bisa, lo minggir,” ujar Irawan lagi.

Zibenas sendiri menilai para pemainnya telah banyak berkorban demi beradaptasi dengan pola kepelatihannya di Stapac.

“Anda harus realistis, ketika tiba di sebuah benua baru. Para pemain melakukan banyak hal untuk bisa beradaptasi dengan permainan yang saya arahkan. Saya juga beradaptasi untuk beberapa hal, main tanpa AC misalnya, makanan lokal juga, tapi para pemain juga beradaptasi dengan filosofi kepelatihan saya. Tapi sekali lagi pekerjaan belum selesai.

“Para pemain mengorbankan banyak hal untuk bisa beradaptasi dengan permainan yang saya arahkan,” kata pria yang akrab disapa Ghibbi itu.

Disiplin adalah sesuatu diakui Zibenas ingin ia tanamkan dalam-dalam ke benak para pemain Stapac. Hal itu juga sebetulnya diharapkan bisa diikuti oleh para pemain tim-tim lain di IBL.

Sebab menurut Zibenas talenta pemain basket akan selalu bisa ditemui di belahan bumi manapun.

“Tapi di Indonesia mereka kurang dalam hal disiplin,” ujarnya.

Ia juga menekankan filosofi utamanya yaitu tidak boleh ada satu pun pemain yang berbicara tentang ambisi menjadi juara di sesi latihan. Tidak.

Baginya, setiap pertandingan sama pentingnya sehingga tim maupun pemain tidak boleh melakukan tebang pilih dan meremehkan kekuatan lawan hanya karena kondisi sudah lebih nyaman ataupun di atas kertas sudah pasti menang.

“Saya ingin melihat tim-tim IBL lebih menghargai olahraga ini. Jangan membeda-bedakan mana pertandingan yang penting dan mana yang tidak,” tukasnya.

Segala aturan, makian dan filosofi kepelatihan Zibenas telah mewujud menjadi gelar juara IBL 2018-2019 bagi Stapac. Momen itu boleh jadi merupakan awal baru dari era Stapac di kancah basket nasional.

Namun, semuanya kemudian terbentur pada kepastian kelanjutan Zibenas menangani Stapac di musim mendatang.

Saat ditanya, Zibenas tak memberikan kepastian apapun kecuali bahwa ia menyukai Stapac dan ingin kembali jika sudah jalannya.

“Pekerjaan seorang pelatih itu menarik, saya tidak pernah berpikir bakal bekerja di Indonesia, Iran, Denmark, Italia, Estonia atau manapun, Kadang kala ketika agen menelepon anda, tidak ada pilihan selain berangkat,” kata Zibenas.

“Tapi, ya, saya ingin kembali. Saya menyukai organisasi ini. Tentu saja kami perlu meningkatkan banyak hal untuk semua pihak yang terlibat di dalamnya,” ujar dia menambahkan.

Zibenas selanjutnya akan pulang ke kampung halamannya di Lithuania dan membantu timnas putra U-20 negaranya dalam persiapan menyongsong Kejuaraan Eropa U-20 pada Juli mendatang di Israel.

Kontrak Zibenas di Stapac berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjang satu tahun, meski awalnya Irawan ingin langsung mengontrak dengan durasi dua tahun dan opsi perpanjangan satu tahun.

Bisa dipastikan Irawan akan melakukan negosiasi keras agar bisa menyaksikan Stapac tampil di musim depan dengan didampingi Giedrius Zibenas, pria yang mewujudkan mimpinya menyaksikan gaya bermain ala Eropa Timur dan berbuah manis gelar juara IBL 2018-2019.

Baca juga: Seperti dendam, rindu (juara) harus dibalas tuntas

Baca juga: Ringkasan IBL 2018-2019, Stapac juara setelah lima tahun

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan musim reguler ABL, CLS peringkat keempat

Jakarta (ANTARA) – BTN CLS Knights berhasil menempati peringkat keempat klasemen akhir musim reguler Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2018-2019 yang resmi merampungkan hari terakhirnya pada Minggu (24/3).

CLS, yang baru melakoni musim keduanya di ABL, sukses menjadi peringkat keempat dengan catatan 15 kemenangan dan 11 kekalahan (15-11) demi memperoleh keuntungan laga kandang pada rangkaian fase playoff.

Di hari terakhir musim reguler, lawan CLS di babak perempat final juga ditentukan yakni Saigon Heat (14-12) setelah tim asal Vietnam itu sukses menundukkan peringkat kedua San Miguel Alab Pilipinas (18-8) dengan skor 81-80 di CIS Arena, Ho Chi Minh City, Vietnam, demi menduduki posisi kelima.

Hasil itu juga memastikan Formosa Dreamers (19-7) tetap berada di puncak klasemen akhir, meski di pertandingan yang berlangsung lebih awal menelan kekalahan dari tuan rumah Westports Malaysia Dragons (8-18), meski lawannya itu sudah pasti tak lolos playoff.

Di pertandingan lainnya, Singapore Slingers (16-10) mengalahkan Mono Vampire Basketball Club (11-15) dengan skor nyaman 100-88. Slingers memantapkan posisinya di urutan ketiga dan Mono Vampire kedelapan.

Laga paling terakhir yang berlangsung di musim reguler, memperlihatkan Hong Kong Eastern (13-13) mengalahkan tim debutan Wolf Warriors (2-24) dengan skor telak 101-70. Eastern berakhir di tempat ketujuh, sedangkan Warriors yang menjadi juru kunci tak mampu menambah dua kemenangan di musim perdananya di ABL.

Dengan demikian, babak perempat final akan mempertemukan Dreamers dengan Mono Vampire, Alab melawan Eastern, Slingers kontra Macau Black Bears (14-12) dan CLS menghadapi Heat.

Rangkaian babak perempat final akan dilangsungkan mulai 29 Maret hingga 7 April jika diperlukan dalam format best of three atau tim-tim yang menang dua kali berhak lolos ke babak berikutnya.

Berikut hasil hari pamungkas musim reguler ABL 2018-2019 yang berlangsung Minggu (tuan rumah disebut terlebih dulu):

Westports Malaysia Dragons 97 – Formosa Dreamers 96
Singapore Slingers 100 – Mono Vampire Basketball Club 88
Saigon Heat 81 – San Miguel Alab Pilipinas 80
Hong Kong Eastern 101 – Wolf Warriors 70

Klasemen akhir musim reguler ABL 2018-2019

Daftar pertandingan perempat final ABL 2018-2019
Formosa Dreamers (1) vs Mono Vampire Basketball Club (8)
San Miguel Alab Pilipinas (2) vs Hong Kong Eastern (7)
Singapore Slingers (3) vs Macau Black Bears (6)
BTN CLS Knights Indonesia (4) vs Saigon Heat (5)

Baca juga: Saigon Heat menangi laga pamungkas, lawan CLS di perempat final jelas

Baca juga: Pelatih sebut CLS tampil cerdas di kuarter pamungkas

Baca juga: CLS tutup musim reguler dengan kemenangan, pastikan peringkat keempat
 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Antetokounmpo pimpin Bucks hantam Cavs 127-105

Jakarta (ANTARA) – Giannis Antetokounmpo menciptakan 26 poin dan 10 rebound ketika Milwaukee Bucks membungkam Cleveland Cavaliers 127-105 dalam pertandingan Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB.

Dikutip dari Reuters, Senin, George Hill dan Khris Middleton masing-masing menyumbangkan 17 poin, sedangkan Brook Lopez mencetak 14 poin selama paruh pertama untuk Bucks yang sukses membalaskan kekalahan 107-102 dari Cavaliers, Rabu pekan lalu.

Antetokounmpo absen sewaktu pertandingan Rabu itu karena cedera pergelangan kaki, tetapi dia turun pada pertandingan pagi ini dengan sukses pada 11 dari total 16 lemparannya, ditambah tujuh assist dan empat blok.

Tony Snell finis dengan 12 poin, tetapi bermain seadanya setelah tabrakan dengan pemain Cleveland Cedi Osman pada kuarter ketiga.

Kevin Love menutup prestasi 20 poinnya dengan empat lemparan tiga angka dan sumbangan 19 rebound untuk Cavaliers yang kini punya catatan menang-kalah di kandang lawan, 6-30. Jordan Clarkson mencetak 19 poin, dan rookie Collin Sexton mempersembahkan 18 poin untuk Cavaliers.

Hill mencetak lima poin terakhir Milwaukee pada kuarter ketiga dan menyumbangkan sebuah jumper ketika Bucks berlari dalam selisih 7-2 pada awal kuarter keempat untuk memimpin 97-79. Eric Bledsoe menaburkan dua lemparan tiga angka di antara delapan dunk Antetokounmpo dalam pertandingan ini.

Jumper Clarkson membuat Cleveland menempel dalam selisih lima poin pada kedudukan 48-43 pada sekitar enam menit tersisa kuater kedua sebelum Lopez memberondong lemparan tiga angka untuk membawa Bucks melesat dengan 16-4 pada kuarter ini.

Middleton menciptakan sepasang short jumper, Pat Connaughton menambahkan empat poin dan Antetokounmpo menciptakan dunk menawan dalam 4 setengah menit tersisa. Milwaukee pun memimpin 13 poin sampai jeda.

Antetokounmpo dan Snell tetap berada di lapangan untuk mengikuti seremoni pensiunnya Marques Johnson yang berkostum nomor 8. Dia adalah pemain kesembilan dalam sejarah Buck yang pensiun dengan memakai kostum itu.

Mungkin karena terinspirasi seremoni itu, Antetokounmpo menciptakan beberapa blok pada kuarter ketiga sewaktu berhasil pada sebuah dunk dan sebuah hook shot yang membawa Milwaukee memimpin 72-60 dalam kuarter itu.

Baca juga: Clippers bungkam Knicks 124-113

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pacers hancurkan Nuggets sampai selisih 36 poin

Jakarta (ANTARA) – Bojan Bogdanovic mengumpulkan 35 poin sedangkan dua rekan satu timnya Myles Turner dan Domantas Sabonis mencatat double-double, Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB, ketika tuan rumah Indiana Pacers membalas kekalahan dari Denver Nuggets pekan lalu dengan 124-88 dalam duel menuju tempat teratas ke playoff NBA.

Kemenangan ini membuat Pacers yang bercatatan menang kalah 45-29, mengakhiri empat kekalahan tandang berturut-turut termasuk 100-102 melawan Denver pada 16 Maret, untuk menguatkan posisi mereka sebagai nomor 4 Wilayah Timur dengan delapan pertandingan tersisa.

Indiana masih harus bertanding dua kali melawan unggulan Nomor 5 Boston Celtics. Sedangkan Nuggets (49-23) gagal mewujudkan impian kemenangan ke-50 ketika ditantang Golden State dalam perebutan tempat puncak Wilayah Barat. Kedua tim masih satu kali bertemu dalam musim reguler di Golden State pada 2 April.

Berbalikkan dengan pertemuan sebelumnya yang sama kuat sampai pemain Nuggets Paul Millsap menciptakan sebuah layup pada tujuh detik tersisa, sejak awal pertandingan Pacers sudah melesat dengan 27-23 sampai kuarter pertama berakhir dan berselisih sampai 17 poin pada kuarter kedua.

Bogdanovic berhasil pada 13 dari total 16 lemparan dan lima dari enam lemparan tiga angka untuk mengumpulkan poin terbanyak ketiga selama karirnya dan yang kedua paling banyak yang dia cetak musim ini. Dia mengemas 37 poin sewaktu melawan Minnesota bulan lalu.

Baca juga: Antetokounmpo pimpin Bucks hantam Cavs 127-105

Turner finis dengan 17 poin dan 11 rebound, sedangkan Sabonis mengoleksi 15 poin dan 13 rebound. Pada pertandingan ini, Nuggets mengumpulkan poin paling rendah keduanya selama musim ini. Yang pertama terjadi sewaktu melawan Memphis ketika hanya menciptakan 83 poin.

Ini ke-27 kalinya dalam musim ini Indiana mengalakan lawannya di bawah 100 poin dan tujuh kali di bawah 90 poin. Pacers bercatatan menang kalah 7-0 dalam tujuh pertandingan sebelum melawan Nuggets.

Aaron Holiday dan Tyreke Evans masing-masing mempersembahkan 11 poin untuk Indiana yang memiliki efektivitas lemparan 56 persen dan 44,4 persen pada lemparan tiga angka.

Nikola Jokic menciptakan double-double selama 30 menit bermain dengan 19 poin, 11 rebound dan delapan assist untuk Denver serta empat blok. Will Barton (15 poin), Monte Morris (12) dan Gary Harris (11) juga menciptakan double figure untuk Nuggets, yang punya efektivitas lemparan 35,5 persen dan hanya berhasil tujuh dari 29 lemparan tiga angka.

88 poin yang dikumpulkan hari ini adalah yang paling rendah kelima Denver selama musim ini, sedangkan kalah dalam selisih 36 poin merupakan kekalahan terbanyaknya melebihi kalah dalam selisih 31 poin saat melawan Golden State, Januari lalu.

Baca juga: Clippers bungkam Knicks 124-113
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Clippers bungkam Knicks 124-113

Penampilan gemilang Williams dan Gallinari membuat Los Angeles mencetak kemenangan ke-11 dalam 11 pertandingan terakhir

Jakarta (ANTARA) – Lou Williams mengemas 15 dari total 29 poinnya pada kuarter keempat, Danilo Gallinari menyumbangkan 26 poin ditambah sebuah lemparan tiga angka pada menit-menit menentukan ketika Los Angeles Clippers memperpanjang catatan kemenangan berturut-turutnya menjadi lima, Minggu sore waktu setempat atau Minggu malam WIB, setelah menggasak tuan rumah New York Knicks 124-113. Dengan demikian Knicks sudah menelan 60 kali kekalahan.

Williams mencetak 12 poin saat Los Angeles berlari dengan selisih bola 21-9 pada kuarter terakhir lewat dua lemparan tiga angka, dua jumper, dan dua lemparan bebas.

Knicks sempat memimpin 104-103 berkat satu lemparan bebas Damyean Dotson pada 4 menit 24 detik terakhir, tetapi pertahanan mereka kembali kocar kacir ketika forward Clippers Montrezl Harrell mengumpang bola kepada Gallinari yang leluasa menembak dan membuat Los Angeles balik memimpin 106-104.

Penampilan gemilang Williams dan Gallinari membuat Los Angeles mencetak kemenangan ke-11 dalam 11 pertandingan terakhir.

Harrell menyumbangkan 24 poin untuk Clippers yang memiliki efektivitas tembakan 44,2 persen dan sukses pada 15 lemparan tiga angka sewaktu menghadiahkan kekalahan ke-13 kepada Knicks dalam 14 laga terakhir tim New York itu.

Knicks (14-60) sudah 12 kali kalah dari 13 pertandingan sejak 26 Februari silam. Knicks harus memenangkan paling sedikit tiga dari delapan pertandingan tersisa untuk menghindarkan diri dari rekor kekalahan terburuk dalam sejarah mereka.

Emmanuel Mudiay memimpin Knicks dengan 26 poin, sedangkan mantan center Clippers DeAndre Jordan mempersembahkan 20 poin dan 13 rebound. Dotson mengkreasi 18 poin tetapi Knicks gagal pada lima dari total tujuh lemparan terakhirnya, ditambah dua kali turnover pada 4 menit 24 detik terakhir.

Knicks tak diperkuat Dennis Smith Jr, Noah Vonleh dan rookie Allonzo Trier yang ketiganya cedera. Mereka juga kehilangan rookie Kevin Knox yang juga cedera.

Baca juga: Ada apa dengan LeBron James dan Los Angeles Lakers?

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas basket kursi roda putri bertolak ke Thailand

Bandung (ANTARA) – Tim nasional bola basket kursi roda putri Indonesia bertolak ke Thailand pada Minggu untuk mengikuti sebuah turnamen sekaligus menjadi peserta klinik pelatihan di Negeri Gajah Putih ini pada 25-29 Maret 2019.

“Tim ini dibentuk dari gabungan komunitas wheel-chair di dua kota yakni Bali dan Jakarta,” kata Manajer timnas basket kursi roda Indonesia Donald Santoso dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Minggu malam.

Menurut Donald, timnas telah melakukan persiapan sejak Februari lalu sebelum berangkat ke Thailand.

Selain mengikuti turnamen di sana, timnas basket kursi roda putri juga akan menerima klinik pelatihan yang dipandu oleh pelatih timnas basket kursi roda putri Jerman Holger Glinicki dan peraih dua kali medali emas Paralimpiade basket kursi roda asal Australia Troy Sachs.

Keikutsertaan Indonesia dalam rangkaian acara itu, lanjut Donald, ditujukan untuk menjaga solidaritas dan persaudaraan di kalangan atlet dunia, khususnya cabang bola basket kursi roda se-Asia.

Donald, yang juga merupakan kapten timnas basket kursi roda putra, mengaku belakangan ini mendapat dorongan dari komunitas di kota-kota besar Indonesia untuk menghidupkan kejuaraan basket kursi roda.

“Untuk sektor putra kami juga tengah menanti lampu hijau dari Komite Paralimpade Nasional (NPC) Indonesia untuk bisa berangkat ke ASEAN Paragames 2020 mendatang,” kata Donald.

Guna mempersiapkan kontingen ke ASEAN Paragames 2020 Filipina, timnas tengah menyusun rencana seleksi timnas putra dan putri dalam waktu dekat.

Berikut adalah anggota kontingen timnas basket kursi roda putri yang bertolak ke Thailand:

1. Ni Made Ratni (pemain/Bali)
2. Ni Ketut Suarti (pemain/Bali)
3. Elih (pemain/Jakarta)
4. Nadhifa Ramadhani (pemain/Jakarta)
5. Johanna Caroline Sunarto (pemain/Jakarta)
6. Irna Novita (pemain/Jakarta)
7. I Wayan Suardina (mekanik)
8. I Wayan Damai (pelatih)
9. Brian Liu (pelatih kepala)
10. Donald Santoso (manajer)

Baca juga: Pelatih puas dengan performa tim basket Indonesia

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fictor Roring mundur dari timnas basket putra

Bandung (ANTARA) – Kabar mundurnya Fictor Roring Gideon dari posisi pelatih kepala tim nasional bola basket putra Indonesia dikonfirmasi oleh Manajer timnas Basket Putra, Fareza Tamrella, pada Minggu malam.

Fictor, yang sejatinya memiliki kontrak menakhodai timnas Basket Putra Indonesia hingga SEA Games 2019 di Filipina nanti, dipastikan mundur karena instruksi Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Syailendra Bakrie, yang menginginkan sang pelatih fokus untuk menangani Pelita Jaya Basketball, tim yang juga diketuai Syailendra.

Fareza mengakui bahwa ia sudah mendapatkan informasi mengenai pergantian kursi pelatih kepala timnas Basket Putra semenjak ia resmi menerima Surat Keputusan (SK) menjadi manajer tim tersebut untuk SEA Games 2019.

“Saat penunjukan saya sebagai Manajer timnas Basket Putra, informasi yang saya terima dari Ketua BTN memang diharapkan untuk berkonsentrasi menangani Pelita Jaya,” kata Fareza saat dihubungi dari Bandung, Minggu malam.

Sejak itu sudah ada kesepakatan antara BTN dan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (PP Perbasi) untuk mencari pengganti Fictor di timnas Basket Putra.

Pria yang akrab disapa Mocha itu juga menyatakan bahwa Pelatih NSH Jakarta, Wahyu Widayat Jati, sudah diputuskan sebagai pengganti Fictor di kursi pelatih kepala timnas Basket Putra, meski surat keputusan (SK) resmi belum terbit.

“Namun, saat ini masih dalam tahap finalisasi kesepakatan antara seluruh pihak, masih menunggu SK resmi dari Perbasi,” kata Fareza.

Ini bukan kali pertama Wahyu menangani timnas Basket Putra. Sebab pada SEA Games 2017, pria yang akrab disapa Cacing itu juga menjadi arsitek timnas Basket Putra yang berhasil meraih medali perak di pesta olahraga Asia Tenggara dua tahunan itu.

Musim ini, Wahyu juga sukses mengantarkan tim besutannya NSH lolos ke fase playoff IBL 2018-2019 dengan memimpin klasemen akhir musim reguler Divisi Merah berbekal catatan 12 kemenangan dan enam kekalahan (12-6).

Sayangnya, catatan bersejarah tim NSH itu harus terhenti di partai semifinal ketika mereka kalah 1-2 dari Satria Muda Pertamina Jakarta.

Pun demikian, Wahyu dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik IBL 2018-2019 atas prestasinya tersebut.

Baca juga: Luapan perasaan Coach Ito usai basket putra Indonesia lolos perempat final

Sementara itu, di tangan Fictor, timnas Basket Indonesia berhasil lolos menempatkan diri ke babak delapan besar Asian Games 2018 serta melewati fase prakualifikasi Piala ASIA 2021.

Di Asian Games 2018 di Jakarta pada Agustus lalu, pelatih yang akrab disapa Coach Ito itu sukses menuntun Indonesia lolos dari fase penyisihan Grup A dengan menempati peringkat kedua meski hanya menang sekali dari tiga pertandingan.

Kemudian mereka dipecundangi China, yang melaju hingga meraih medali emas, di babak perempat final dengan kekalahan 63-98, Indonesia sudah berhak untuk masuk ke putaran final Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Sedangkan di putaran prakualifikasi Piala Asia 2021 pada 26 November-1 Desember 2018,  Coach Ito berhasil mengantarkan Indonesia menempati peringkat keempat klasemen akhir putaran kedua dengan catatan tiga kemenangan dan dua kekalahan (3-2).

Baca juga: Timnas bola basket putra Indonesia tidak terpengaruh absennya Filipina

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bakal latih timnas, Wahyu Widayat Jati lepas dari NSH?

Bandung (ANTARA) – Wahyu Widayat Jati bakal jadi nakhoda baru tim nasional bola basket putra Indonesia di SEA Games 2019, menyusul mundurnya Fictor Gideon Roring dari kursi pelatih kepala.

Hal itu dikonfirmasi Manajer Timnas Basket Putra, Fareza Tamrella, meski belum ada surat keputusan (SK) resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (PP Perbasi) terkait hal tersebut.

“Sesuai dengan hasil rapat Perbasi dan Badan Tim Nasional (BTN) kemungkinan besar akan ditunjuk dia,” kata Fareza saat dihubungi dari Bandung, Minggu malam.

Menurut Fareza saat ini seluruh pihak terlibat masih menyelesaikan kesepakatan untuk penunjukkan pelatih yang akrab disapa Coach Cacing itu.

Salah satu hal yang dinegosiasikan adalah mengenai kesepakatan apakah Wahyu masih diperbolehkan untuk menangani timnya saat ini, NSH Jakarta, ketika menduduki kursi pelatih kepala Timnas Basket Putra.

“Hal ini masih dinegosiasikan oleh seluruh pihak,” kata Fareza.

Baca juga: Fictor Roring mundur dari timnas basket putra

Wahyu, saat ini masih memiliki kontrak hingga 31 Agusuts 2019 bersama NSH.

Pihak NSH tentu tertarik untuk memperjakan kembali Wahyu, mengingat ia telah menciptakan sejarah bagi tim tersebut yakni lolos ke fase playoff IBL 2018-2019 yang merupakan catatan pertama mereka.

Di bawah arahan Wahyu, NSH tampil menjadi kuda hitam dan memucuki klasemen akhir musim reguler Divisi Merah dengan catatan 12 kemenangan dan enam kekalahan (12-6).

Sayangnya, langkah NSH terhenti di babak semifinal usai menelan kekalahan 1-2 dari Satria Muda Pertamina Jakarta.

Pun demikian, atas capaiannya tersebut Wahyu dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik IBl 2018-2019.

Wahyu sebelumnya juga pernah menangani Timnas Basket Putra pada SEA Games 2017, di mana mereka meraih medali perak.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saigon Heat menangi laga pamungkas, lawan CLS di perempat final jelas

Jakarta (ANTARA) – Tim Saigon Heat berhasil memenangi laga pamungkas mereka di musim reguler ABL 2018-2019 dengan mengalahkan pemuncak klasemen San Miguel Alab Pilipinas 81-80 di CIS Arena, Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu.

Kemenangan tersebut memastikan Heat menempati peringkat kelima klasemen akhir ABL dan bakal bertemu dengan BTN CLS Knights Indonesia pada babak perempat final di fase gugur.

Heat, menutup musim reguler dengan catatan 14 kemenangan dan 12 kekalahan (14-12), sementara CLS (15-11) berada di urutan keempat usai menang di markas Hong Kong Eastern (12-13).

Heat berhak untuk menempati peringkat kelima meski catatan mereka sama dengan Macau Black Bears (14-12) dan rekor pertemuan kedua tim dalam dua pertandingan saling mengalahkan satu sama lain.

Namun, Heat unggul dalam selisih kemenangan yang lebih besar yakni 96-93, ketimbang ketika mereka dikalahkan Black Bears 95-97.

Heat dipastikan menjadi lawan yang cukup tangguh untuk dihadapi CLS di babak perempat final. Sebab dalam catatan empat kali pertemuan kedua tim sepanjang musim reguler, keduanya sama-sama mengalahkan satu sama lain sebanyak dua kali.

Bahkan jika dibandingkan dalam selisih rata-rata kemenangan, Heat unggul sebab dalam laga ke-13 mereka berhasil menang 76-64 dalam lawatan ke GOR Kertajaya, Surabaya, saat CLS belum menemukan performa terbaik mereka di awal musim.

Kendati demikian, CLS yang berakhir di urutan keempat memiliki keuntungan laga kandang dalam fase playoff yang bakal digelar dalam format best of three atau tim yang menang dua kali berhak lolos.

Laga pertama perempat final bakal digelar di Kertajaya pada Sabtu (30/3), kemudian dilanjutkan di CIS Arena pada Jumat (5/4) dan jika dibutuhkan pertandingan ketiga dilangsungkan di Surabaya lagi pada Minggu (7/4).

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan IBL 2018-2019, Stapac juara setelah lima tahun

Bandung (ANTARA) – Rangkaian IBL 2018-2019 resmi berakhir di GOR C’Tra Arena, Bandung, pada Sabtu (23/3) malam, ketika Stapac Jakarta berhasil mengalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta dengan skor 74-56 dalam laga kedua final untuk meraih gelar juara.

Stapac, yang sebelumnya menang 79-68 di laga final pertama di markas Satria Muda di GOR BritAma Arena Jakarta, berhasil kembali menjadi juara setelah lima tahun, saat kompetisi masih bernama NBL pada 2014 silam.

Gelar itu sekaligus juga menjadi gelar juara ke-13 Stapac sejak mereka menjadi jawara dalam musim debut mereka di liga basket Indonesia pada Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) 1988 silam.

Tim besutan Giedrius Zibenas itu sejak musim reguler hingga final membukukan catatan 21 kemenangan dan hanya satu kekalahan (21-1), yang terjadi di laga pertama ketika komposisi pemain mereka masih belum lengkap karena ditinggalkan tiga penggawa ke tim nasional Indonesia serta belum diperkuat pemain impor yang kini menjadi pilar penting juara.

Center impor Stapac, Savon Goodman, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) Final IBL 2018-2019 setelah membukukan catatan 21 poin dan 12 rebound di laga pertama serta 20 poin dan 19 rebound di laga kedua.

Baca juga: Savon Goodman jadi MVP Final IBL

Baca juga: C’Tra Arena, panggung pesta Stapac atau kebangkitan Satria Muda

Raihan itu bukan pencapaian personal pertama Goodman musim ini, sebab dalam debutnya di kancah basket Indonesia pemain Amerika Serikat berusia 25 tahun itu juga memenangi Kontes Slam Dunk serta menjadi MVP All-Star.

Selain Goodman, empat pemain Stapac juga berhasil menyabet gelar personal yakni Agassi Goantara sebagai Debutan Terbaik, Widyanta Putra Teja sebagai Pemain Paling Meningkat, Abraham Damar Grahita sebagai Cadangan (Sixthman) Terbaik dan Kaleb Ramot Gemilang sebagai MVP IBL 2018-2019.

Sedangkan tiga gelar personal lainnya di IBL 2018-2019 disabet oleh pelatih NSH Jakarta Wahyu Widayat Jati, pemain Bogor Siliwangi Michael Vigilance Jr. dan penggawa Satya Wacana Salatiga Madarious Gibbs.

Berikut ringkasan IBL 2018-2019:

Juara: Stapac Jakarta (gelar ke-13 sepanjang sejarah)
MVP Final: Savon Goodman (Stapac)
MVP: Kaleb Ramot Gemilang (Stapac)
Pemain Asing Terbaik: Madarious Gibbs (Satya Wacana Salatiga)
Pemain Bertahan Terbaik: Michael Vigilance Jr. (Bogor Siliwangi)
Pelatih Terbaik: Wahyu Widayat Jati (NSH Jakarta)
Cadangan Terbaik: Abraham Damar Grahita (Stapac)
Pemain Paling Meningkat: Widyantaputra Teja (Stapac)
Debutan Terbaik: Agassi Goantara (Stapac)
Wasit Terbaik: Harja Jaladri

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seperti dendam, rindu (juara) harus dibalas tuntas

Bandung (ANTARA) – Dendam, mungkin itu yang terlintas di benak para pemain dan manajemen tim Stapac Jakarta setelah mereka secara kontroversial menelan kekalahan dari Pelita Jaya Basketball dalam laga ketiga semifinal Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017-2018 di GOR C’Tra Arena, Bandung, 8 April 2018.

Ketika itu, wasit Arnaz Anggoro mengambil keputusan kontroversial dan menolak melihat tayangan ulang atas insiden bola keluar lapangan di sisa waktu 11 detik masa tambahan (overtime). Insiden itu berawal dari umpan pemain Pelita Jaya Wayne Bradford yang menimbulkan kemelut di paint area sehingga bola keluar dari lapangan.

Arnaz memutuskan memberi penguasaan bola kepada Pelita Jaya kendati pihak Stapac memprotes keputusannya dan meminta sang pengadil melihat tayangan ulang. Benar saja, tayangan ulang memperlihatkan bola terkena kapten Pelita Jaya Ponsianus Nyoman Indrawan, dan keputusan Arnaz keliru.

Bola yang dikuasai Pelita Jaya kemudian berujung tembakan dua angka dari Xaverius Prawiro yang memastikan kemenangan timnya 77-76 atas Stapac, yang juga membuat Pelita Jaya melangkah ke final untuk menghadapi Satria Muda Pertamina Jakarta meski akhirnya mereka takluk dari lawannya itu.

Belakangan setelah kontroversi merebak pihak IBL mengambil langkah menjatuhkan sanksi bagi Arnaz atas kelalaiannya tersebut. Namun, nasi sudah menjadi bubur dan keputusan Arnaz tak lagi bisa diubah, demikian juga kenyataan bahwa Stapac batal lolos ke final untuk empat musim beruntun.

Hampir setahun berselang, C’Tra Arena kembali menjadi panggung dengan Stapac sebagai lakon utamanya. Entah itu untuk membalaskan “dendam” kegagalan semusim lalu, ataupun menuntaskan rindu mereka atas gelar juara yang juga telah empat tahun menjauh dari jangkauan tangan mereka.

Tim milik Irawan Haryono itu terakhir kali mencapai posisi tertinggi di kancah basket nasional pada 2014 silam, ketika menjuarai liga musim 2013/2014, saat liga masih bernama Liga Bola Basket Nasional (NBL) dan mereka sendiri masih mengusung nama Aspac.

Tentu saja, empat musim bukanlah waktu yang pendek untuk absen dari partai final bagi tim basket tersukses di kancah basket Indonesia sejak liga masih bernama Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) dengan catatan 12 kali menyabet gelar juara.

Pada Sabtu (23/3) malam di C’Tra Arena, rindu Stapac menjadi juara liga basket Indonesia hanya tinggal selangkah lagi untuk dituntaskan sebab mereka telah memiliki keunggulan 1-0 atas Satria Muda usai menang 79-68 di markas lawan di GOR BritAma Arena, dua hari sebelumnya.

Pertandingan kedua partai final berlangsung cukup alot di dua kuarter pertama, kedua tim hanya bisa bermain imbang dengan skor seret 28-28. Meski tampil cukup agresif, Stapac hanya bisa menyarangkan 26 persen dari seluruh percobaan tembakan mereka, bahkan di kuarter kedua cuma mencetak sembilan poin tambahan saja.

Di kuarter ketiga, para pemain Stapac seperti pelari yang baru mendengar pistol penanda lomba lari dimulai. Mereka berlari cukup kencang mengamankan 28 poin tambahan sepanjang 10 menit untuk mengungguli Satria Muda 56-50.

Abraham Damar Grahita yang di dua kuarter pertama tak menyumbangkan satu poin pun untuk Stapac, sukses mengemas 10 poin di kuarter ketiga tersebut.

Rekannya, center asing Savon Goodman juga berhasil melesakkan tiga dari tiga percobaan tembakannya di kuarter ketiga itu dibandingkan hanya dua dari sembilan percobaan di dua kuarter sebelumnya.

Pendulum momentum kian berayun ke arah Stapac pada kuarter pamungkas. Abraham dkk tampil sangat tenang tetapi sembari sesekali memancing seisi tribun penonton C’Tra Arena untuk mengeluarkan suara gemuruh terkerasnya karena tangan mereka kian dekat untuk menjangkau trofi IBL 2018-2019.

Goodman sukses menyumbangkan 10 dari 18 poin tambahan Stapac di kuarter keempat. Kehadiran pemain Stapac sarat pengalaman seperti Isman Thoyib dan Fandi Andika Ramadhani juga sukses membatasi Satria Muda hanya bisa mencetak enam poin tambahan di kuarter pamungkas.

Ketika bel tanda laga usai berbunyi, papan skor memperlihatkan angka 74 untuk Stapac dan 56 bagi Satria Muda. Stapac meraih gelar juara ke-13 mereka dengan merajai IBL 2018-2019. Tuntas sudah rindu juara yang berusia lima tahun lamanya itu.

Lunas

Musim ini, Stapac memiliki nakhoda baru yakni Giedrius ZIbenas, seorang pelatih asal Lithuania. Zibenas merupakan nama baru di kancah basket Indonesia.

Pemilik sekaligus manajer Stapac, Irawan Haryono, mengaku pertama kali mengetahui Zibenas terlibat dalam sesi pemusatan latihan (TC) tim nasional putra Indonesia di Indonesia dalam rangkaian persiapan menuju SEA Games 2017.

“Pertama kali dibantu Suhadi, manajer timnas putra untuk SEA Games 2017. Saya bandingkan secara harga dia (Zibenas) kok enggak mahal ya,” kata pria yang akrab disapa Kim Hong itu sesaat sebelum laga kedua final di C’Tra Arena, Sabtu (23/3).

Irawan lantas mengamati cara Zibenas mendampingi sesi latihan pemain dan berbagai perkara teknis yang membuatnya cukup yakin untuk bisa memutuskan memperkerjakannya dengan kontrak berdurasi satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun.

Disiplin adalah kesan Zibenas paling pertama yang memikat Irawan, selain juga gaya bermain khas Eropa Timur yang berpondasi pada permainan tim tanpa ada sosok yang dibintangkan, yang sudah lama ia idam-idamkan.

Mengamati sesi latihan Zibenas adalah sebuah pertunjukan dengan daftar tampil yang amat padat, tentunya disertai arahan bernada tinggi yang jika hanya sepintas anda dengar tak ubahnya rentetan kemarahan dan makian.

Dimarahi dan dimaki juga bahasa yang digunakan Abraham Damar Grahita untuk menggambarkan sesi latihan Stapac semenjak dipimpin oleh Zibenas.

Namun, usai memastikan gelar juara IBL 2018-109, Abraham mengakui bahwa itu sebuah harga yang sangat pantas untuk dibayarkan demi mengangkat trofi pertamanya sepanjang karier.

Abraham juga meyakini benar apa yang selalu disampaikan di sela-sela kemarahan dan makian yang dimuntahkan dari mulut sang pelatih.

“Memang ada harga yang harus dibayar. Coach setiap hari bilang, itu akan terbayar semuanya,” kata Abraham seusai kemenangan di laga kedua final.

“Dan menurut gua, latihan kami selama ini, dimarah-marahin dimaki-maki setiap hari, itu terbayar. Hari ini kami juara!” ujarnya menambahkan.

Selain meraih gelar juara pertamanya, Abraham juga menyabet penghargaan individual sebagai Cadangan (Sixthman) Terbaik IBL 2018-2019.

Abraham membuktikan ia pantas menyandang gelar tersebut, sebab di laga kedua final ia menjadi motor kebangkitan Stapac pada kuarter ketiga dan mengakhiri pertandingan dengan catatan 14 poin, tujuh assist dan tiga steal selama melantai 28 menit dalam beberapa kali kesempatan turun dari bangku cadangan.

Rekan Abraham, Savon Goodman, yang menyabet gelar sebagai Pemain Terbaik (MVP) Final IBL 2018-2019 juga mengamini ucapan sejawatnya.

Ia bahkan menyebut bahwa gelar pribadinya itu bukanlah tujuannya mendarat ke Indonesia.

“Ini semua bukan tentang saya atau apapun yang saya capai sebagai perorangan. Ya, itu semua menyenangkan dan keren, tapi tujuan utamanya adalah menjadi juara liga,” kata Goodman selepas laga kedua final.

“Itu juga yang selalu disampaikan Coach sepanjang musim ini. Kami senantiasa bersabar, tetap bertahan dan mengorbankan kepentingan pribadi untuk kebutuhan tim,” ujar dia menambahkan.

Goodman jadi MVP Final setelah membukukan catatan dwiganda 21 poin dan 12 rebound di laga pertama dan melanjutkannya dengan raihan 20 poin dan 19 rebound di pertandingan kedua.

Irawan, bahkan sebelum ia ikut mengangkat trofi IBL 2018-2019 dengan mantap mengungkapkan kepuasannya dengan hasil kerja Zibenas.

“Puas banget. Pasti. Karena banyak sekali ilmu baru yang ia bagikan,” ujarnya.

Ilmu itu kemudian berwujud catatan 21 kemenangan dan hanya satu kekalahan dibukukan Stapac di sepanjang musim IBL 2018-2019. Satu-satunya kekalahan terjadi di laga pembuka melawan Bogor Siliwangi ketika Abraham, Agassi Goantara dan Kaleb Ramot Gemilang tengah memperkuat timnas di ajang Prakualifikasi Piala Asia 2021, serta pemain asing yang masih bukan Goodman maupun Kendal Yancy.

Zibenas sendiri mengaku ada tiga faktor penting yang mendasari keberhasilannya mengantarkan gelar juara IBL 2018-2019 untuk Stapac.

Pertama, para pemainnya ia sebut memiliki karakter yang bagus dan bisa tetap tampil sebagai sebuah tim, tanpa ada seorangpun yang dibintangkan.

Kedua, ia berhasil menanamkan pola pikir kepada para pemainnya untuk menganggap setiap laga bak sebuah pertandingan final yang dalam kata lain memberikan penghormatan tertinggi kepada olahraga bola keranjang itu.

Baca juga: Empat sorotan dari kemenangan Stapac di final pertama

Dan ketiga, keberhasilan staf kepelatihannya menjaga kondisi kebugaran para pemain sekaligus melakukan pencegahan cedera yang bukan tidak mungkin bakal menjadi kerikil bagi permainan Stapac.

“Ini faktor-faktor yang sangat penting, menghargai olahraga ini, karakter pemain yang terus erat meski tanpa ada yang dibintangkan sebab tim inilah bintangnya dan keberhasilan staf pelatih mengoptimalkan kebugaran para pemain sembari melakukan pencegahan cedera,” kata Zibenas.

Lantas, setelah juara itu lunas apa yang akan dilakukan oleh Stapac selepas euforia pesta kemenangan berakhir?

Abraham tanpa ragu mengatakan bahwa timnya akan terus berkembang meningkatkan kemampuan sembari membangun sebuah era baru, eranya Stapac Jakarta.

“Ini awal dari eranya Stapac!” kata Abraham mantap.

Baca juga: Stapac juara IBL

“Kami akan terus berkembang menjadi jauh lebih baik. Ini bukan sesuatu yang bikin kami puas, tapi harus berkembang lebih jauh lagi,” ujarnya memungkasi.

Tentu saja, era Stapac Jakarta akan berhadapan dengan tantangan bernama konsistensi serta kepastian perpanjangan kontrak Zibenas. Serta perlawanan dari para pesaing yang bukan tidak mungkin mulai menyiapkan racikan baru untuk membendung Stapac di musim depan.

Sementara persiapan itu masih dalam tahap perencanaan, nikmatilah masanya Stapac sebagai juara IBL 2018-2019.

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Spurs segera hadirkan veteran Motiejunas

Jakarta (ANTARA) – Forward veteran Donatas Motiejunas kemungkin besar segera kembali ke Texas dan beraksi di ajang NBA, kali ini bersama San Antonio Spurs, demikian dikutip dari Reuters pada Minggu.

Pemain asli Lithuania berusia 28 tahun itu terakhir bermain di NBA pada 2017 untuk New Orleans Pelicans dan merupakan anggota tim Houston Rockets dari musim 2012 hingga 2016.

Secara keseluruhan, dia memilih nomor kostum 20 dalam draft NBA di tahun 2011 oleh Minnesota Timberwolves, yang kemudian menjual hak rancangannya itu ke Houston di hari-hari berikutnya.

Dalam 248 pertandingan NBA sepanjang karirnya, Motiejunas rata-rata mencetak 7,4 poin dan 3,8 rebound serta 1,1 assist. Rata-rata ia melakukan 46,9 persen tembakan bola di lapangan pertandingan.

The Spurs akan bertandang di Boston pada Minggu di game kedua dari perjalanan tiga pertandingannya

Baca juga: Ada apa dengan LeBron James dan Los Angeles Lakers?
Baca juga: China dan Kroasia ikut Liga Musim Panas NBA
Baca juga: Nowitzki jadi pencetak skor terbanyak keenam di NBA

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ada apa dengan LeBron James dan Los Angeles Lakers?

Jakarta (ANTARA) – LeBron James tidak akan merasakan babak play-off NBA untuk pertama kalinya sejak 2005 karena Los Angeles Lakers sudah dipastikan tersingkir dari perburuan tempat di babak play-off menyusul kekalahan 106-111 dari tuan rumah Brooklyn Nets, Jumat (Sabtu WIB).

Nasib yang dialami klub yang pernah berjaya tersebut sungguh di luar dugaan karena meski sudah merekrut James, mereka tetap gagal lolos ke babak play-off untuk keenam kalinya secara beruntun.

Apa yang salah dengan Los Angeles Lakers?

Pertandingan pada malam Natal lalu merupakan puncak penampilan Lakers untuk kemudian kembali terpuruk. Ketika itu mereka mengalahkan juara bertahan Golden State Warriors 127-101, tapi James harus keluar lapangan lebih awal akibat cedera paha kiri.

Dengan catatan 20 kali kemenangan, 14 kalah dan bertengger di peringkat keempat klasemen Wilayah Barat, James yang sudah berusia 34 menegaskan bahwa siap untuk tampil lebih baik.

Tapi kenyataannya, James malah harus kehilangan 17 pertandingan, yang terlama sepanjang karirnya. Pada masa tersebut, Lakers hanya mampu memenangi enam pertandingan, sehingga peringkat pun terus melorot, tanpa bisa bangkit lagi.

Nasib sial terus membayangi karena Lonzo Ball yang selama ini menjadi tumpuan saat bertahan, juga mengalami cedera pergelangan kaki dan terpaksa absen sejak Januari lalu.

Awal Maret ini, giliran Brandon Ingram harus menepi karena harus menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan darah di tangan kanannya.

James sebenarnya mengawali kompetisi dengan sangat memuaskan karena rata-rata menyumbang 27 angka, delapan assist dan delapan rebound di setiap pertandingan.

Tapi tim Los Angeles Lakers diisi oleh pemain dengan karakter yang cukup aneh dan tidak kompak, sehingga gagal mendukung penampilan James.

Selama delapan kali beruntun tampil di final NBA bersama Miami Heat dan Cleveland Cavaliers, James didukung oleh rekan-rekannya pencetak tiga angka. Tapi tahun, Lakers justru berada di urutan paling buncit dalam presentasi lemparan tiga angka.

Pada musim ini, Lakers bukannya merekrut pemain dengan kemampuan mencetak lemparan tiga angka, tapi justru memilih pemain veteran seperti Rajon Rondo, Lance Stephenson, Javale McGee dan Michael Beasley.

Keempatnya adalah para pemain dengan kepribadian yang paling eksentrik di NBA dan Stephenson pernah mencoba mengganggu James dengan meniup di telinganya.

Para pemain yang dilepas oleh Lakers baru-baru ini justru menjadi bintang bersama klub lain, seperti Brook Lopez yang menjadi andalan lemparan tiga angka Milwaukee Bucks, Julius Randle (New Orleans Pelicans) dan D’Angelo Russel (Brooklyn Nets).

Lonzo Ball dan Brandon Ingram mungkin saja sudah pulih dari cedera musim mendatang, tapi mengingat sejarah cedera yang dialami, bisa saja mereka sulit dijual dan Lakers mungkin harus memikirkan untuk memecat pelatih Luke Walton.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah berapa lama James, yang pada Desember mendatang genap 35 tahun, bisa terus untuk setidaknya mendekati kemampuan terbaik yang pernah dimilikinya.

Baca juga: Bertandang ke Detroit, Lakers istirahatkan LeBron James

Baca juga: LeBron James bukukan triganda, Lakers dipecundangi Celtics

Baca juga: LeBron James lampaui rekor Jordan, tapi Lakers kalah lawan Nuggets

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Savon Goodman jadi MVP Final IBL

Bandung (ANTARA) – Pemain center Stapac Jakarta, Savon Goodman, dinobatkan menjadi Pemain Terbaik (MVP) Final IBL 2018-2019 setelah membantu timnya meraih gelar juara dengan mengalahkan Satria Muda Pertamina dua laga langsung.

Dalam laga kedua final di GOR C’Tra Arena, Bandung, pada Sabtu (23/3), Goodman menyelesaikan pertandingan dengan catatan dwiganda 20 poin dan 19 rebound.

Catatan itu menajamkan raihan dwiganda 21 poin dan 12 rebound yang ia bukukan di laga pertama final di BritAma Arena, Jakarta, Kamis (21/3) lalu.

“Ini semua sebetulnya kontribusi banyak rekan-rekan saya,” kata Goodman dalam jumpa pers purnalaga.

“Saya tidak pernah mengincar gelar ini, tapi yang terpenting adalah membawa tim menjadi juara,” ujarnya menambahkan.

Bukan saja tampil dengan menorehkan catatan statistik menawan, Goodman juga memberikan sajian yang menarik bagi para penonton di C’Tra Arena dalam laga kedua.

Sepanjang pertandingan Goodman melesakkan empat kali dunk yang membuat seisi C’Tra Arena bergemuruh tiap situasi itu terjadi.

Catatan statistik akhir Goodman di laga kedua juga merupakan buah kerja keras pemain asal Amerika Serikat itu yang sempat banyak membuang kesempatan di dua kuarter pertama pertandingan.

Hingga paruh laga, Goodman cuma berhasil mencetak angka dua kali dari sembilan percobaan yang ia lakukan.

Namun catatan empat poin itu berlipat ganda hingga akhirnya menutup pertandingan dengan 20 poin.

Baca juga: Stapac juara IBL

Baca juga: C’Tra Arena, panggung pesta Stapac atau kebangkitan Satria Muda

Baca juga: Stapac sembunyikan strategi bendung “full-court press” Satria Muda

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stapac juara IBL

Bandung (ANTARA) – Stapac Jakarta berhasil menjuarai IBL 2018-2019 setelah menang 74-56 atas Satria Muda Pertamina Jakarta dalam laga kedua final di GOR C’Tra Arena, Bandung, Sabtu.

Hasil itu melengkapi kemenangan 79-68 yang diraih Stapac di laga pertama dan memenangi rangkaian partai final dengan skor 2-0 atas Satria Muda.

Tim yang kini dibesut Ziedrius Gibenas itu mempersembahkan trofi gelar juara ke-13 sepanjang sejarah Stapac sejak pertama kali mengikuti Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) 1988 silam, saat masih mengusung nama Asaba Jakarta.

Di sisi lain, hasil itu juga memperbaiki rekor pertemuan Stapac dengan Satria Muda di partai final liga basket yakni membukukan empat kemenangan dari sembilan edisi.

Savon Goodman yang sempat tampil buruk paruh awal laga berhasil menyelesaikan pertandingan kedua final sebagai pengoleksi angka terbanyak Stapac lewat catatan dwiganda 20 poin dan 19 rebound.

Goodman mendapat bantuan 17 poin dari Kendal Yancy, 14 poin dari Abraham Damar Grahita serta dwiganda 11 poin dan 10 rebound milik Kaleb Ramot Gemilang.

Sebaliknya, bagi Satria Muda pasokan angka terbanyak tetap datang dari Dior Lowhorn dengan 25 poin dan 20 rebound, namun ia cuma dapat bantuan 15 poin dari Arki Dikania Wisnu.

Statistik yang paling menjadi pembeda adalah pasokan poin dari bangku cadangan, Stapac punya 20, Satria Muda nol.

Selepas lemparan mula Satria Muda segera melancarkan strategi andalannya, memanfaatkan tinggi badan Lowhorn untuk mengoptimalkan serangan ke area dalam.

Satria Muda sempat unggul 14-10 lewat three-point play Lowhorn pada sisa waktu 2 menit 49 detik kuarter pertama. Namun, three-point play juga sukses dilakukan oleh Kaleb untuk membawa Stapac menyamakan kedudukan 14-14 pada sisa waktu 1 menit 20 detik kuarter pertama.

Sejak itu di sisa waktu yang ada Stapac mendapatkan beberapa kesempatan tembakan bebas, termasuk ketika Lowhorn melakukan protes keras yang dijawab wasit dengan menjatuhkan technical foul pada sisa waktu 56 detik kuarter pertama. Satu kesempatan tembakan bebas yang diperoleh Stapac berhasil dilesakkan Mei Joni untuk membawa timnya unggul 17-14 menutup kuarter pertama.

Kuarter kedua dibuka dengan saling balas tembakan tripoin, Hardianus untuk Satria Muda dan Rizky Effendi bagi Stapac. Meski dalam kondisi unggul 22-21, penampil terbaik Stapac di laga pertama Savon Goodman belum menemukan permainan terbaiknya dan hanya mencetak angka dalam dua dari sembilan percobaan tembakan.

Hal itu membuat Zibenas meminta time-out, namun efektivitas permainan timnya tak bertambah. Satria Muda malah berbalik unggul lewat hook shot Arki yang segera diikuti tembakan tripoin Lowhorn dan mengubah kedudukan menjadi 26-22 pada sisa waktu 4 menit 4 detik kuarter kedua.

Arus poin kian mampat di kuarter kedua, namun pelan-pelan Stapac memaksakan kedua tim memasuki ruang ganti dengan keadaan sama kuat 28-28.

Kuarter ketiga dibuka dengan keberhasilan Yancy melakukan three-point play, sebelum kemudian ia mencuri penguasaan bola dari Juan Laurent Kokodiputra demi menghempaskan slam dunk dan membawa Stapac unggul 33-28.

Tribun C’Tra Arena sempat kerap bergemuruh ketika mendapat sajian adu jitu tembakan tripoin antara Juan mewakili Satria Muda dan Abraham di kubu Stapac.

Stapac yang di dua kuarter pertama tampil dengan akurasi tembakan begitu buruk, hanya 26 persen memperbaikinya menjadi 37 persen ketika menutup kuarter ketiga, menyalip Satria Muda yang tadinya unggul dan kini hanya punya 34 persen.

Keadaan itu menjadi pilar bagi Stapac yang menyudahi kuarter ketiga dalam keadaan unggul 56-50 lewat

Lantun pertandingan kian mengarah ke kubu Stapac pada awal kuarter pamungkas, terlebih ketika Goodman berhasil mencuri bola umpan buruk Vamiga Michel dan menghempaskan slam dunk serta membuat timnya unggul 62-52.

Satria Muda mendapatkan keuntungan setelah Mei Joni terkena foul out pada sisa waktu 6 menit 45 detik pertandingan. Sayangnya, tak ada momentum kebangkitan tercipta bagi mereka.

Stapac justru memperbesar keunggulan lewat sebuah aksi layup Abraham sembari menerobos kerumunan pemain di paint area pada sisa waktu 3 menit 28 detik demi membawa timnya unggul 68-54.

Dominasi Stapac kian terasa, dan publik C’Tra Arena rupanya berada di belakang mereka. Seluruh penonton bersorak ketika Stapac memastikan kemenangan 74-56 sekaligus menjuara IBL 2018-2019.

Baca juga: C’Tra Arena, panggung pesta Stapac atau kebangkitan Satria Muda

Baca juga: Stapac sembunyikan strategi bendung “full-court press” Satria Muda

Baca juga: Stapac berjaya di markas Satria Muda, reguk kemenangan final pertama

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

C’Tra Arena, panggung pesta Stapac atau kebangkitan Satria Muda

Bandung (ANTARA) – GOR C’Tra Arena Bandung bakal menggelar laga kedua final IBL 2018-2019, pada Sabtu malam, yang kembali mempertemukan Stapac Jakarta dengan Satria Muda Pertamina.

Stapac saat ini memegang keunggulan 1-0 atas Satria Muda setelah mempecundangi lawannya itu di kandangnya sendiri, GOR BritAma Arena, Jakarta, dengan skor kemenangan 79-68, pada Kamis (21/3) lalu.

Jika Stapac berhasil memenangi laga kedua, tim yang kini dinakhodai oleh pelatih Giedrius Zibenas itu bakal menahbiskan diri sebagai juara IBL 2018-2019.

Sebaliknya, kalau Satria Muda yang meraih kemenangan, mereka akan menyamakan kedudukan final menjadi 1-1 dan memaksakan laga ketiga digelar di C’Tra Arena pada Minggu (24/3).

Kedudukan 1-0 praktis menjadi modal kuat bagi Stapac menyongsong laga kedua, setelah mereka membuktikan bahwa tak harus tampil di arena yang berstatus kandang pribadi untuk meraih kemenangan atas seterunya tersebut.

Baca juga: Stapac berjaya di markas Satria Muda, reguk kemenangan final pertama

Publik Bandung, dalam beberapa tahun terakhir hanya diwakili tim “penggembira” liga karena prestasi tak seberapa Garuda Bandung maupun setelah mereka bertransformasi menjadi Prawira Bandung sejak musim ini.

Namun, Sabtu ini mereka berkesempatan untuk menjadi saksi sebuah tengara bersejarah baik itu keberhasilan Stapac meraih gelar juara lewat kemenangan dua laga langsung ataupun momentum kebangkitan Satria Muda dalam upayanya menegaskan status juara bertahan.

Lampaui target

“Stapac ingin mencapai final karena sudah empat tahun lamanya mereka absen dari final. Itu yang dikatakan manajemen tim kepada saya ketika saya mendarat di Indonesia,” kata Zibenas selepas memimpin sesi latihan di C’Tra Arena pada Jumat (22/3) petang sehari jelang laga kedua final.

Jelas sudah, pelatih asal Lithuania itu sudah mampu melunasi target yang dibebankan kepadanya ketika ia menerima pekerjaan di Stapac.

Namun, tentu saja, sebagai seorang atlet dan insan olahraga, semangat bersaing adalah salah satu syarat untuk bisa meninggalkan catatan berwujud prestasi.

Hal itu, diakui juga oleh Zibenas yang mengamini bahwa ia sendiri tentu ingin mendapatkan hasil maksimal bagi Stapac di musim debutnya melatih klub IBL.

“Buat saya pribadi maupun para atlet pasti ingin mendapatkan hasil tertinggi. Wajar bagi setiap atlet maupun insan olahraga,” ujarnya.

Sebelum memperoleh kemenangan di markas Satria Muda dalam laga pertama final, Zibenas sebetulnya sudah memiliki modal yang tak kalah mentereng.

Baca juga: Empat sorotan dari kemenangan Stapac di final pertama

Sepanjang musim reguler, Stapac jadi tim yang hampir sempurna karena memiliki torehan 17 kemenangan dalam 18 pertandingan. Satu-satunya kekalahan mereka derita di laga pembuka musim, yang kala itu boleh jadi terpengaruh juga akibat absennya tiga pilar yakni Abraham Damar Grahita, Agassi Goantara dan Kaleb Ramot Gemilang.

Belum lagi kala itu Stapac belum mendapatkan pemain asing yang klop dengan pola permainan arahan Zibenas.

Kini ketiga nama di atas bukan saja sukses membantu Stapac mencapai final, tapi mendapatkan penghargaan atas capaian pribadi masing-masing.

Agassi dinobatkan sebagai Debutan (Rookie) Terbaik, Abraham Pemain Cadangan (Sixthman) Terbaik dan Kaleb sebagai Pemain Terbaik (MVP) untuk IBL 2018-2019.

Bukan saja tiga orang itu, Widyantaputra Teja yang menjadi salah satu andalan Gibenas selama mengarungi musim ini juga menyabet gelar sebagai Pemain Paling Meningkat IBL 2018-2019.

Modal catatan hampir sempurna, pilar sarat penghargaan personal dan keunggulan 1-0, berpadu dengan kehadiran dua pemain asing Stapac yang sejauh ini berkontribusi penuh yakni Savon Goodman dan Kendal Yancy.

Semua modal itu tentu bakal membesarkan peluang Gibi –demikian sapaan akrab ZIbenas– melampaui target yang dibebankan Stapac kepadanya.

Bukan saja ambisi pemilik sekaligus manajer Stapac Irawan Haryono untuk kembali mencapai final setelah empat musim absen bisa tercapai, tetapi juga berakhirnya puasa gelar juara mereka yang berusia serupa.

Baca juga: Stapac tajamkan strategi jelang laga kedua final

Kebangkitan tanpa tekanan

Sementara Stapac seperti sudah meletakkan satu tangannya ke trofi IBL 2018-2019, Satria Muda berada dalam posisi terjepit.

Berstatus juara bertahan, Satria Muda harus melewati jalan terjal dan berbatu untuk mencapai final. Lolos ke playoff dengan modal pas-pasan berupa sembilan kemenangan dan sembilan kekalahan (9-9) saja sudah menjadi rekor yang bakal menebarkan aroma pesimisme di antara pemain Satria Muda.

Hal itu diperburuk dengan cederanya Jamarr Andre Johnson yang membuat slot dua pemain asing Satria Muda kini hanya tersisa satu di pundak Dior Lowhorn.

Ditambah lagi, kekalahan di markas sendiri tentu akan menjadi satu beban tambahan lain bagi Satria Muda menghadapi laga final kedua.

Pun demikian, pelatih Youbel Sondakh justru menilai timnya akan tampil lepas tanpa beban di laga kedua final.

“Mustinya tidak ada pressure di gim kedua,” kata Youbel seusai menelan kekalahan 68-79 di BritAma Arena, sebelum menambahkan bahwa tampil di kandang sendiri justru menambah beban bagi para pemainnya.

Youbel merupakan bagian tim Satria Muda yang berhasil bangkit dari dua kali keadaan tertinggal di rangkaian final IBL 2007 sebelum mereka akhirnya sukses menjadi juara berkat kemenangan di laga kelima dengan kedudukan akhir 3-2 melawan Putra Riau, salah satu nama yang sempat disandang Stapac dalam perjalanan panjang mereka di kompetisi basket Indonesia.

Bahkan Youbel kemudian dinobatkan sebagai MVP dua musim beruntun berikutnya selepas keberhasilan itu.

Baca juga: Youbel Sondakh: masih ada dua gim ke depan

Tentu saja, pengalaman itu harus ia terjemahkan dan tularkan ke para pemainnya jika ingin mempertahankan gelar juara musim ini.

Meski tantangannya akan berbeda ketika mengendalikan bola sendiri di atas lapangan dengan memberikan arahan dan meracik strategi di tepian.

Di sisi lain, kapten Satria Muda Arki Dikania Wisnu juga dibebani rekor negatif pribadi dalam tiga pertemuan melawan Stapac di IBL 2018-2019.

Dalam tiga pertandingan tersebut, pemain yang sempat menimba ilmu basket di Amerika Serikat itu selalu tak bisa membela Satria Muda hingga bel tanda laga usai berbunyi karena terlebih dulu diusir wasit akibat lima melakukan pelanggaran.

Khusus untuk kasus Arki, Youbel menilai bahwa pemainnya punya sedikit tren setiap kali di laga sebelumnya terkena foul out ia akan tampil habis-habisan dan menunjukkan performa luar biasa di pertandingan berikutnya.

“Terakhir kali dia foul out, gim berikutnya tampil luar biasa, Lebih tough. Semoga itu juga terjadi nanti,” kata Youbel.

Youbel bisa saja sedang menerapkan ilmu cocoklogi ala netizen yang budiman, tetapi sekecil apapun sumber harapan harus dipupuk oleh Satria Muda dan diwujudkan menjadi pendorong hasil maksimal.

Boleh jadi, kebangkitan performa Arki memang menjadi titik balik nasib Satria Muda yang kini bak telur di ujung tanduk.

Pada akhirnya, sekali lagi, publik C’Tra Arena bakal menjadi saksi apakah mereka bakal menyimak pesta juara Stapac atau momentum kebangkitan Satria Muda.

Baca juga: Sehari jelang final, Stapac latihan penuh, Satria Muda cuma pemulihan
Baca juga: Stapac sembunyikan strategi bendung “full-court press” Satria Muda

 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

CLS tutup musim reguler dengan kemenangan, pastikan peringkat keempat

Jakarta (ANTARA) – BTN CLS Knights Indonesia berhasil menutup laga musim reguler ABL 2018-2019 dengan memetik kemenangan 98-97 dalam lawatan markas Hong Kong Eastern di Stadion Southorn, Hong Kong, Jumat.

Berkat kemenangan tersebut, CLS memastikan bakal menduduki peringkat keempat klasemen akhir musim reguler, demikian catatan laman resmi ABL.

Berbekal catatan 15 kemenangan dan 11 kekalahan (15-11), CLS memperoleh keuntungan main dua kali di kandang dalam laga perempat final di fase playoff nanti yang menggunakan format best of three.

Lawan CLS di perempat final masih belum ditentukan karena empat pertandingan masih dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/3). Yang jelas CLS akan menghadapi tim penghuni urutan kelima.

Di Southorn, raihan dwiganda yang dibukukan Maxie Esho dan Douglas Herring sukses membendung kontribusi optimal O’Darien Bassett untuk kubu tuan rumah.

Esho menorehkan 21 poin dan 14 rebound sedangkan Herring mencetak 24 poin dan mengirimkan 11 assist. Keduanya dibantu pemasok angka terbanyak CLS di laga tersebut, Brandon Jawato, yang menceploskan 25 poin, diikuti 18 poin dari Darryl Watkins.

Sementara bagi Eastern 32 poin yang diborong Bassett endapat bantuan dwiganda 12 poin dan 20 rebound dari Michael Holyfield, 19 poin Marcus Elliott serta 13 poin Chan Wing Siu.

CLS sebetulnya tertinggal 77-81 ketika mengakhiri kuarter ketiga, namun tampil prima di kuarter pamungkas.

Lewat rentetan poin 6-0 di awal kuarter keempat, CLS sukses berbalik unggul 83-81 atas Eastern pada sisa waktu 7 menit 49 detik.

Setelah Jon Siu menyamakan kedudukan 83-83 untuk Eastern, CLS kembali menjauh dalam kedudukan 87-83 lewat layup Herring pada sisa waktu 6 menit 58 detik.

Namun kemudian kedua tim terlibat saling kejar dan bergantian memimpin di sisa waktu yang ada, hingga Eastern sempat unggul 97-96 dpada sisa waktu 16 detik lewat layup Bassett.

Beruntung time-out yang diminta pelatih Bryan Rowsom sukses memotivasi para pemain CLS yang memastikan kemenangan 98-97 lewat layup Esho di sisa waktu 12 detik.

Baca juga: CLA Knights raih kemenangan di laga kandang terakhir
 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stapac sembunyikan strategi bendung “full-court press” Satria Muda

Bandung (ANTARA) – Pelatih Stapac Jakarta, Giedrius Zibenas, mengaku ia menyembunyikan strategi untuk membendung pola pertahanan full-court press yang sempat diperlihatkan Satria Muda Pertamina Jakarta di laga pertama final IBL 2018/2019.

Ditemui selepas memimpin sesi latihan Stapac di GOR C’Tra Arena, Bandung, Jumat petang, Zibenas mengaku itu menjadi salah satu alasannya menarik keluar Savon Goodman serta mengabaikan kesempatan melakukan dua kali time-out di sisa dua menit laga tersebut.

“Saya punya strategi untuk membendung full-court press itu, tapi saya tidak ingin memperlihatkannya ke Satria Muda,” ujar Zibenas.

Pada laga pertama, Kamis (21/3), Stapac yang tengah unggul 16 poin menarik keluar Goodman, penampil terbaik mereka yang sudah membukukan raihan dwiganda 21 poin dan 12 rebound.

Namun semenjak Goodman keluar, Satria Muda justru memangkas jarak ketertinggalan dari skor 56-74 menjadi 66-74 berbekal pola pertahanan full-court press yang bahkan sempat memaksa Kaleb Ramot Gemilang melakukan kesalahan umpan.

Baca juga: Stapac berjaya di markas Satria Muda, reguk kemenangan final pertama

Baca juga: Pelatih akui kemenangan Stapac terpangkas karena istirahatkan Goodman

Akan tetapi, pelatih asal Lithuania itu mengaku ingin membiarkan para pemain memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya dalam situasi tersebut.

“Sebab jika ingin bersaing menuju gelar juara, mereka harus bisa melakukan itu,” katanya.

Belakangan, para pemain Stapac bisa menghentikan momentum kebangkitan Satria Muda dan meraih kemenangan 79-68.

pada sesi latihan Jumat petang, Zibenas juga terlihat memberikan porsi latihan khusus untuk menanggulangi pola pertahanan full-court press yang sempat dilakukan Satria Muda.

Laga kedua final pada Sabtu (23/3) bakal menjadi ajang pembuktian manjur tidaknya strategi pelatih yang akrab disapa Gibi tersebut.

Jika manjur dan Stapac berhasil membukukan kemenangan kedua, maka mereka berhak menyandang gelar juara IBl 2018/2019 setelah empat musim beruntun absen dari partai final.

Namun jika ternyata Satria Muda tak sekadar sukses menerapkan pola pertahanan full-court press ketika dibutuhan dan merebut kemenangan laga kedua, maka partai final bakal dilanjutkan ke pertandingan ketiga yang juga digelar di C’Tra Arena pada Minggu (24/3).

Baca juga: Sehari jelang final, Stapac latihan penuh, Satria Muda cuma pemulihan

Baca juga: Stapac tajamkan strategi jelang laga kedua final

Baca juga: Empat sorotan dari kemenangan Stapac di final pertama
 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sehari jelang final, Stapac latihan penuh, Satria Muda cuma pemulihan

Bandung (ANTARA) – Dua finalis IBL 2018/2019, Stapac Jakarta dan Satria Muda Pertamina Jakarta, telah tiba di Bandung pada Jumat, sehari jelang laga kedua final yang bakal digelar di GOR C’Tra Arena, Sabtu (23/3) petang.

Stapac menjalankan latihan secara penuh di C’Tra Arena pada Jumat petang, sedangkan Satria Muda memilih hanya melakukan pemulihan kebugaran di hotel tempat mereka menginap demi memberikan kesempatan untuk beristirahat lebih banyak.

Pelatih Stapac, Giedrius Zibenas, mengaku pihaknya memang melakukan latihan penuh demi mengoptimalkan kesempatan persiapan jelang final kedua, kendati mereka sudah unggul 1-0 berkat kemenangan 79-68 di GOR BritAma Arena, Jakarta.

“Pertandingan sudah dimulai sejak latihan sehari sebelum pertandingan,” kata Zibenas saat ditemui selepas memimpin sesi latihan Stapac.

Zibenas juga menegaskan kondisi timnya saat ini unggul 1-0 atas Satria Muda, ia tidak mau terlena.

“Tentu kami ingin bisa memastikan juara besok, tapi kami bukan orang bodoh,” kata pelatih yang akrab disapa Gibi itu.

Sebab menurut pelatih asal Lithuania itu Satria Muda pasti akan tampil dengan semangat dua kali lipat dibandingkan laga pertama, karena berada dalam kondisi wajib menang, sehingga target mereka adalah membendung semangat Satria Muda tersebut, salah satunya dengan persiapan yang lebih matang.

“Kami harus bisa membendungnya. Makanya persiapan adalah bagian dari pertandingan,” kata Zibenas.

“Jika baru setelah paruh laga, anda berkonsentrasi itu sudah terlambat,” tegasnya.

Stapac bakal memastikan gelar juara IBL 2018/2019 jika menang atas Satria Muda di laga kedua. Jika kalah maka laga ketiga akan dilangsungkan juga di C’Tra Arena pada Minggu (24/3).

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stapac tajamkan strategi jelang laga kedua final

Bandung (ANTARA) – Stapac Jakarta menajamkan strategi arahan pelatih Giedrius Zibenas sehari menjelang laga kedua final IBL 2018-2019 melawan Satria Muda Pertamina Jakarta di GOR C’Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3).

Hal itu, kata Zibenas, ditempuh karena pihaknya masih kurang puas dengan penampilan di awal dan akhir laga final pertama, meski memetik kemenangan 79-68 atas Satria Muda di GOR BritAma Arena, Jakarta, Kamis (21/3).

“Sebetulnya cuma persiapan reguler, ada sedikit penyesuaian memang,” kata Zibenas selepas memimpin sesi latihan di C’Tra Arena, Jumat petang.

“Sedikit perubahan detail strategi baik bertahan maupun menyerang,” ujarnya menambahkan.

Pun demikian pelatih asal Lithuania itu mengaku tidak mungkin melakukan perombakan strategi hanya dalam waktu satu hari saja.

“Tapi setidaknya saya berharap pemain bisa tampil sedikit lebih baik dibandingkan laga kemarin,” ujar Zibenas.

Salah satu hal yang ingin dioptimalkan pelatih akrab disapa Gibi itu ialah strategi untuk mengunci aliran bola ke center Satria Muda, Dior Lowhorn, yang disebutnya sudah cukup baik di laga pertama.

“Itu salah satu kunci untuk menghentikan Satria Muda,” katanya.

“Mereka banyak mengalirkan bola area dalam dan pemain saya melakukan pekerjaan yang cukup baik, tapi pekerjaan itu belum selesai,” pungkas Zibenas.

Stapac saat ini unggul 1-0 atas Satria Muda dan jika mereka menang di laga kedua, praktis tim besutan Zibenas berhak menyandang gelar juara IBL 2018-2019.

Tapi jika Satria Muda menang, kedudukan menjadi 1-1 dan final akan dilanjutkan ke laga ketiga pada Minggu (24/3).

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat sorotan dari kemenangan Stapac di final pertama

Bandung (ANTARA) – Stapac Jakarta berhasil meraih kemenangan 79-68 atas Satria Muda Pertamina Jakarta dalam laga pertama final IBL2081-2019 di GOR BritAma Arena, Jakarta, Kamis (21/3) malam.

Selisih “cuma” 11 poin yang dikantongi Stapac tersebut, diakui sang pelatih Giedrius Zibenas sebagai dampak ditariknya penampil terbaik timnhya Savon Goodman sekira tiga menit terakhir pertandingan.

Namun praktis kemena wengan itu tetap menjadi modal penting bagi Stapac menyongsong laga kedua final di GOR C’Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3).

Berikut adalah empat hal yang patut disoroti dari kemenangan Stapac tersebut:

1. Kemenangan beruntun berlanjut

Jika ada cela dalam musim Stapac sejauh ini, itu terjadi hampir lima bulan silam ketika mereka membuka musim dengan kekalahan mengejutkan melawan Bogor Siliwangi di Semarang pada 1 Desember 2018.

Namun, sejak itu Stapac menyapu bersih kemenangan di 17 laga sisa musim reguler dan juga menang dua laga langsung ketika melewati hadangan Pacific Caesar Surabaya di babak semifinal.

Kemenangan atas Satria Muda di laga pertama final, membuat catatan kemenangan beruntun Stapac musim ini mencapai 20 pertandingan.

Dan bukan tidak mungkin mereka akan melanjutkannya menjadi 21 kemenangan beruntun di Bandung nanti.

2. Tak di kandang, tak masalah

Zibenas, dalam jumpa pers dua hari sebelum laga pertama final sempat mengatakan bahwa lawannya, Satria Muda, memiliki keuntungan tampil di kandangnya sendiri dalam rangkaian final.

Tentu saja Zibenas tidak cuma mempertimbangkan laga pertama final yang memang digelar di BritAma Arena, tetapi juga dua laga berikutnya yang bakal dilangsungkan di arena pilihan Stapac, C’Tra Arena, yang secara de facto bukanlah markas mereka.

Pun demikian, Stapac, sukses membuktikan mereka tak masalah jika harus tampil di kandang lawan dan penampilan Widyantaputra Teja dkk. berhasil membungkam publik tuan rumah dengan skor kemenangan yang cukup memungkinkan.

Sebagai catatan kemarin menjadi kali kedua Stapac mempecundangi Satria Muda di kandangnya sendiri, setelah pada Desember 2018 di Seri II Jakarta yang juga digelar di BritAma Arena mereka juga memetik kemenangan 66-63.

3. Bukan sekadar gelar asal semat

Kaleb Ramot Gemilang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) IBL 2018-2019 tepat sebelum final pertama.

Ia menjadi pemain Stapac keempat yang memperoleh gelar personal musim ini, setelah Agassi Goantara meraih gelar Debutan Terbaik, Widyantaputra Teja sebagai Pemain Paling Berkembang dan Abraham Damar Grahita disemati gelar Cadangan Paling Berpengaruh (Sixthman of The Year).

Kaleb memang cuma mengemas tiga poin, yang semuanya ia cetak dari kesempatan lemparan bebas, namun di luar lima rebound dan tiga assist yang tercatat di statistik, kontribusinya besar untuk mengawal pergerakan bola agar tidak memasuki paint area.

Demikian juga Abraham yang sukses mematikan jalur umpan dari Hardianus ke rekan-rekannya tiap dipercaya masuk melantai, sebagaimana Agassi membantu alur serangan Stapac berjalan cukup lancar.

Sedangkan Widy membukukan 11 poin, tiga assist dan dua steal. Keempatnya sukses membuktikan gelar-gelar personal mereka musim ini bukan sekadar asal semat.

4. Di ambang pemuas dahaga lima tahun

Hampir lima tahun lalu, tepatnya pada 10 Juni 2014 silam, Stapac yang kala itu masih mengusung nama Aspac, berhasil menjadi jawara Indonesia dalam kompetisi bola basket yang masih memakai nama Liga Bola Basket Nasional (NBL).

Menghadapi Satria Muda di GOR UNY Yogyakarta, Stapac sukses menang 83-67 untuk meraih gelar juara.

Namun, empat tahun berlalu tanpa Stapac pernah menginjakkan kaki lagi di partai final.

Kemenangan di BritAma Arena mengantarkan Stapac siap menyantap sajian pemuas dahaga yang hampir berusia lima tahun, tentunya jika tetap tampil prima di C’Tra Arena.

Baca juga: Youbel Sondakh: masih ada dua gim ke depan

Baca juga: Pelatih akui kemenangan Stapac terpangkas karena istirahatkan Goodman

Baca juga: Stapac berjaya di markas Satria Muda, reguk kemenangan final pertama

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokic bawa Nuggets sapu Wizards 113-108

Jakarta (ANTARA) – Nikola Jokic mempersembahkan 15 poin dan 11 assist untuk membawa tim tamu Denver Nuggets menaklukkan Washington Wizards 113-108, Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB.

Nuggets yang tertinggal satu setengah gim di belakang Golden State Warrrior di Wilayah Barat, sudah lima kali menang berturut-turut.

Delapan pemain Nuggets menciptakan double figure, termasuk Paul Millsap, Gary Harris, Jamal Murray dan Torrey Craig, yang masing-masing mengemas 15 poin.

Ketika skor seimbang 90-90, Craig memasukkan satu lemparan tiga angka yang disusul satu jenis lemparan serupa dari Malik Beasley.

Layup berturut-turut Bradley Beal membawa Washington mengejar ke posisi 102-98 ketika waktu tinggal 3 menit 37 detik.

Beal kembali menciptakan poin ketika steal dan layup-nya membuat Wizzards kian menempel Nuggets pada 106-104 saat waktu tertinggal 1 menit 53 detik. Tetapi Denver berbalik menjauh kembali lewat layup Murray dan lemparan tiga angka Will Barton.

Baca juga: Asa playoff Timberwolves redup ditinggal tiga pemain inti

Wizards sukses pada empat lemparan bebas untuk membawa kedudukan 111-108, tetapi Thomas Bryant gagal memasukkan sebuah lemparan tiga angka. Harris gagal pada dua lemparan bebas namun berhasil memanfaatkan bola pantul untuk dikonversi menjadi dua poin ketika pertandingan tinggal 7,3 detik.

Beal mencetak 25 poin untuk Wizards yang menempati urutan ke-11 Wilayah Timur dan kalah tiga kali berturut-turut. Bryant mencetak 22 poin, sedangkan Tomas Satoransky menyumbangkan 16 poin dan 10 assist.

Rookie Troy Brown Jr. untuk pertama kalinya turun sebagai starter Washington menggantikan Trevor Ariza untuk mencetak 13 poin.

Nuggets mendetak enam poin pertamanya pada paruh kedua guna menancapkan fondasi keunggulan 67-53.

Denver menciptakan efektivitas lemparan 54,3 persen (25 dari total 46 lemparan), sedangkan Washington 53,8 persen setelah berhasil pada 21 dari total 39 lemparan biasa.

Selama pertandingan ini, total lemparan Nuggets melampaui total tembakan Wizards, 52,9 persen melawan 50,6 persen.

Baca juga: Guard Boston Celtics didenda Rp707 juta karena kasar

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kakak angkat Kevin Durant tewas ditembak di Atlanta

Jakarta (ANTARA) – Kakak angkat forward Golden State Warriors Kevin Durant yang juga teman dekatnya Clifford Dixon ditembak dan tewas di luar sebuah bar di Atlanta Kamis dini hari setempat, menurut berbagai laporan.

Dixon (32), ditembak beberapa kali di tempat parkir sekira pukul 01.00 dini hari, kata polisi di Chamblee, Georgia, mengkonfirmasi. Ia dibawa ke Grady Memorial Hospital, tempat dia dinyatakan meninggal.

Seorang tersangka pergi meninggalkan tempat kejadian dengan berjalan kaki dan belum ditangkap.

Menurut pebasket asal Oklahoma itu, ibunda Durant, Wanda Durant, membawa Dixon ke rumah keluarga tersebut ketika ia berusia 16 tahun.

Dixon adalah salah satu teman Durant yang ia beri ucapan terima kasih dalam pidatonya yang emosional setelah dinobatkan sebagai Most Valuable Player NBA pada musim 2013-14.

“Kalian menjagaku setiap hari. Ada hari-hari ketika aku pulang kesal setelah pertandingan atau latihan dan kalian mencerahkan hariku,” kata Durant. “Aku berterima kasih padamu sekalian. Saya tidak akan berada di sini tanpa kalian. Ini trofi kita, juga.”

Dixon, yang bermain basket di Kentucky Barat pada 2009-11, dilaporkan keluar untuk merayakan ulang tahunnya, demikian Reuters.

Baca juga: Guard Boston Celtics didenda Rp707 juta karena kasar

Penerjemah: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Asa playoff Timberwolves redup ditinggal tiga pemain inti

Jakarta (ANTARA) – Harapan Minnesota Timberwolves tampil pada Playoff NBA mundur seketika setelah duo guard Derrick Rose dan Jeff Teague serta forward Robert Covington harus absen selama sisa musim ini.

T-Wolves memiliki catatan menang-kalah 32-39 setelah kalah tujuh kali dari 10 pertandingan terakhir. Wolves harus memenangi paling sedikit 10 dari 11 pertandingan terakhirnya agar masuk playoff.

Rose, MVP NBA 2011, dan Teague sudah tidak bisa memperkuat empat pertandingan sebelumnya. Rose menderita cedera pada siku sedangkan Teague menderita cedera kaki kiri sejak Desember. Dua pemain terakhir akan bebas kontrak atau free agent, Juli tahun ini.

Hasil tes MRI terhadap sikut Rose menunjukkan adanya retak pada tulang sehingga harus dirawat, sedangkan cedera Teague baru akan direavaluasi setelah musim ini selesai.

Covington, yang kontraknya berakhir pertengahan 2022, sudah absen pada 34 pertandingan karena cedera lutut kanan.

Covington punya catatan rata-rata 14,5 poin, 5,7 rebound dan 2,3 steal selama musim ini, sedangkan Rose memiliki catatan rata-rata 18,0 poin, 2,7 rebound dan 4,3 assist. Teague punya catatan 12,1 poin, 2,5 rebound dan 8,2 assist.

Karl-Anthony Towns yang akhirnya memimpin Minnesota selama musim ini dengan rata-rata 24,6 poin dan 12,3 rebound.

Baca juga: Guard Boston Celtics didenda Rp707 juta karena kasar

Baca juga: Bucks menang atas LA Lakers 115-101

Penerjemah: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Guard Boston Celtics didenda Rp707 juta karena kasar

Jakarta (ANTARA) – Guard Boston Celtics Marcus Smart didenda 50.000 dolar AS atau sekitar Rp707 juta oleh NBA, Kamis waktu setempat, setelah mendorong paksa center Philadelphia 76ers Joel Embiid sampai jatuh ke lantai dalam pertandingan yang dimenangkan 76ers sehari sebelum itu.

Smart menerima hukuman langsung dikeluarkan lapangan saat 7 menit 6 detik terakhir kuarter ketiga pertandingan yang dimenangkan Philadelphia 118-115, Rabu waktu setempat.

Embiid yang asal Kamerun mencetak poin tertinggi dalam laga ini dengan 37 poin dan 22 rebound untuk 76ers.

Philadelphia menaikkan statistik menang kalah menjadi 47-25, atau ketiga terbaik di Wilayah Timur, sedangkan Celtics turun menjadi 43-29, atau kelima di Wilayah Timur dan berselisih lima kemenangan di bawah Sixers.

Denda ini dijatuhkan atas pertimbangan Smart berulang kali melakukan pelanggaran seperti ini dalam pertandingan-pertandingan NBA, termasuk dua insiden sebelumnya yang membuat denda dijatuhkan.

Januari silam NBA menjatuhkan denda 35.000 dolar AS kepada dia karena berkelahi dengan forward Atlanta DeAndre Bembry.

Oktober tahun lalu Smart didenda 25.000 dolar AS karena baku hantam dengan guard Cleveland Cavaliers J.R. Smith dalam pertandingan pramusim.

Baca juga: Nowitzki jadi pencetak skor terbanyak keenam di NBA

Baca juga: Irving hampir triganda, Celtics tundukkan Hawks 129-120

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Youbel Sondakh: masih ada dua gim ke depan

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta, Youbel Sondakh, tak kehabisan optimisme meski timnya menelan kekalahan 68-79 melawan Stapac Jakarta dalam laga pertama final IBL 2018/2019 di GOR BritAma Arena, Jakarta, Kamis malam.

“Puji Tuhan masih ada dua gim ke depan,” kata Youbel singkat membuka jumpar pers purnalaga.

Pernyataan itu menggambarkan optimisme masih dimiliki oleh Youbel kendati timnya dihadapkan pada situasi harus menang dalam laga kedua final di GOR C’Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3).

Meski demikian Youbel justru menilai timnya tidak berada dalam tekanan di C’Tra Arena nanti.

“Hari ini kami memang agak enggak bisa keluar dari pressure. Agak sedikit berat di awal, semoga di Bandung kami bisa lebih lepas,” katanya.

“Mustinya enggak ada pressure di gim kedua,” ujar Youbel menambahkan.

Bagi Youbel, laga final pertama lebih penuh tekanan bagi Satria Muda selain karena tampil di markas sendiri, juga mereka menanggung beban sebagai juara bertahan kompetisi.

Ia menilai penampilan timnya tidak terlalu tertinggal jauh dari Stapac, meski nyatanya pelatih lawan Giedrius Zibenas sampai mengambil keputusan berani yakni menarik keluar bintangnya Savon Goodman di sisa tiga menit akhir pertandingan karena sudah unggul sejauh 16 poin atas Satria Muda.

“Dari sisi permainan kami tidak tertinggal terlalu jauh, memang ada hal-hal kecil yang seharusnya bisa diperbaiki di gim kedua nanti,” pungkasnya.

Kedudukan final saat ini 1-0 untuk Stapac dalam format best of three atau tim pemenang dua laga akan keluar sebagai juara.

Jika pasukan Youbel bisa melunasi janjinya untuk memenangi laga kedua final, maka pertandingan ketiga bakal digelar pada Minggu (24/3).

Namun jika tidak, maka Satria Muda hanya bertolak ke Bandung untuk menghadiri pesta juara Stapac di C’Tra Arena.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih akui kemenangan Stapac terpangkas karena istirahatkan Goodman

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Stapac Jakarta Giedrius Zibenas mengakui keputusannya mengistirahatkan Savon Goodman pada dua menit terakhir pertandingan final pertama IBL 2018-2019 melawan Satria Muda Pertamina Jakarta membuat jarak keunggulan yang dimiliki timnya terpangkas.

Namun Zibenas menegaskan bahwa jarak keunggulan itu cukup aman dan nyatanya Stapac tetap berhasil membukukan kemenangan atas Satria Muda dengan skor akhir 79-68 di GOR BritAma Arena, Jakarta, Kamis malam.

“Itu memang kesalahan saya, kami mempertimbangkan untuk final kedua dan jaraknya juga cukup aman,” kata Zibenas dalam jumpa pers purnalaga.

Goodman ditarik keluar pada saat pertandingan menyisakan waktu dua menit 16 detik, untuk digantikan Vincent Rivaldi Kosasih.

Ketika meninggalkan lapangan, Goodman sudah membukukan raihan dwiganda 21 poin dan 12 rebound dalam 31 menit dan 37 detik melantai.

Wajar jika kemudian Zibenas menarik keluar Goodman agar pilarnya itu cukup bugar untuk menyongsong laga kedua final.

Pelatih asal Lithuania itu berharap bahwa seluruh timnya bisa segera memasuki fase pemulihan kebugaran agar bisa menjalani laga kedua final dengan kondisi terbaik di GOR C’Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3).

Jika menang di laga kedua, Zibenas bakal mengantarkan Stapac menjuarai IBL 2018/2019 di musim pertamanya melatih tim yang sudah empat musim absen dari partai final tersebut.

Baca juga: Stapac berjaya di markas Satria Muda, reguk kemenangan final pertama
 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019