Helena Tumbelaka unggah foto “korban ACL” usai Tiana-Ayu melantai lagi

Jakarta (ANTARA) – Kapten Merpati Bali, Helena Tumbelaka, mengunggah sebuah foto melalui instagram pribadinya bersama keempat rekan setimnya yang pernah menjadi korban cedera anterior cruciate ligament (ACL) seusai mengalahkan GMC Cirebon 68-46 dalam laga lanjutan Seri III Srikandi Cup di GOR Sahabat, Semarang, Rabu malam.

Lewat unggahannya di akun @helenatumbelaka, Helena terlihat berpose dengan Audy Natazia, Putu Tiana Widiastari, Agustin Gradita Retong dan Ayu Made Sriartha.

Laga kontra GMC juga menandai kembalinya Tiana dan Ayu yang menepi berbulan-bulan akibat cedera masing-masing.

“Anterior Cruciate Ligament adalah suatu bagian kecil yang berada di dalam lutut kita namun berdampak sangat besar bagi kehidupan kita terutama bagi atlet,” demikian tulis perempuan yang akrab disapa Hele tersebut dalam unggahannya.

“Kami adalah orang-orang yang sudah mengalami ligamen tersebut putus dan harus diganti,” ujarnya menambahkan.

Anterior Cruciate Ligament adalah suatu bagian kecil yang berada di dalam lutut kita namun berdampak sangat besar bagi kehidupan kita terutama bagi atlit. Kami adalah orang-orang yang sudah mengalami ligamen tersebut putus dan harus di ganti. Terdengar seperti mudah…. ketika putus, tinggal di operasi dan di ganti dengan yang baru namun tidak mudah sama sekali pada kenyataan. Ciptaan Tuhan yang alami adalah yang paling sempurna, dan ligamen ini diganti dengan yang “baru” sebenarnya tidak diganti dengan yang “baru” hanya saja otot kita diambil lalu di bentuk seperti ligamen untuk menggantikan nya namun butuh 4-6 bulan untuk memproses otot tersebut menjadi ligamen yang kokoh. Selalu ada harga yang dibayar di dalam setiap langkah yang kita ambil. Setelah operasi penggantian ligamen dengan yang baru, dibutuhkan waktu 6 bulan untuk akhirnya otot yang berubah menjadi ligamen itu beradatasi dengan tubuh kita dan hasil yang maksimal bisa kita dapatkan dengan menjalani hari-hari terapi latihan yang terasa sangat panjang dan membosankan. Namun, percayalah, ketika kita menjalani nya dengan jujur dan benar, hasilnya pun baik. Hal ini sama dengan kehidupan kita. Ada banyak kondisi yang stuck karena sesuatu hal yang kecil yang sering kali tidak kelihatan namun berdampak signifikan. Seperti menjalani kehidupan dengan jujur, meminta maaf ketika melakukan kesalahan atau memaafkan, berbagi dengan orang lain, sopan dengan sesama, mengasihi orang lain, menghargai diri sendiri, merendahkan hati dan lain sebagainya. Yang dari dalam akan termanifestasi keluar. Perbaiki lah yang ada di dalam, maka yang ada di luar akan mengikuti seiring dengan perbaikan yang ada di dalam. Seperti ACL yang putus, kecil namun dapat menghentikan karir. #hiduplebihbijak #memilihuntukmenjadiasli #prosesmenujukarakteryanglebihbaik At Gor Sahabat, Seri 3 Semarang 2019. Pict by @ameizingphoto #TeamACL #GodisGood #Wevegonethrutheprocess #comebackstrong #ACLsurvivor #day14 #30daysrandomupdate

A post shared by Helena Tumbelaka (@helenatumbelaka) on

Helena memang diketahui sudah mengalami cedera ACL di kedua lutut kanan dan kirinya.

ACL lutut kirinya putus pada 22 Mei 2013 silam yang membuatnya menepi lebih dari enam bulan, sedangkan ACL lutut kananya putus pada Januari 2017 silam yang membuatnya baru bisa melantai lagi pada Desember di tahun yang sama.

“Selalu ada harga yang dibayar di dalam setiap langkah yang kita ambil. Setelah operasi penggantian ligamen dengan yang baru, dibutuhkan waktu enam bulan untuk akhirnya otot yang berubah menjadi ligamen itu beradaptasi dengan tubuh kita,” tulis Helena.

“Dan hasil yang maksimal bisa kita dapatkan dengan menjalani hari-hari terapi latihan yang terasa sangat panjang dan membosankan,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Tegaskan dominasi, Merpati jinakkan GMC 68-46

Dalam unggahannya pebasket kelahiran 19 Mei 1992 itu juga membagikan petuah berkaca dari kisah hidupnya bersama cedera ACL tersebut.

“Perbaikilah yang di dalam, maka yang ada di luar akan mengikuti seiring dengan perbaikan yang ada di dalam. Seperti ACL yang putus, kecil namun dapat menghentikan karir,” tulisnya.

Selain Helena, Dita (panggilan akrab Agustin) menderita cedera ACL ketika menjalani pemusatan latihan jelang Asian Games 2018 yang membuatnya menepi selama semusim penuh.

Sedangkan Ayu, menderita cedera ACL saat membela Indonesia di ajang U23 Nations League 3×3 di Malaysia pada September 2018 silam dan baru kembali melantai lagi di Seri III Srikandi Cup.

Helena dkk akan kembali melantai menghadapi GMC pada lanjutan Seri III di GOR Sahabat pada Jumat (5/4) mendatang.

Baca juga: Gulung GMC CIrebon, pelatih Merpati tak kaget Fitria borong 21 poin

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019