Hadapi laga kedua, pelatih CLS inginkan konsistensi pertahanan tim

Bertahan sebaik ini di laga kedua nanti

Jakarta (ANTARA) – Pelatih BTN CLS Knights Indonesia, Brian Rowsom, menginginkan timnya tetap tampil konsisten terutama dalam sektor pertahanan kala melawat ke markas Saigon Heat untuk laga kedua perempat final ABL.

Sebab menurut Rowsom, pertahanan adalah kunci keberhasilan timnya mengunci kemenangan 84-59 atas Heat dalam laga pertama perempat final di GOR Kertajaya, Surabaya, Sabtu.

“Kami bermain sangat baik dalam sektor pertahanan, itu yang kami lakukan sejak awal, itu menjadi faktor pembeda dalam pertandingan malam ini,” kata Rowsom selepas kemenangan ketika diwawancarai ABL purnalaga.

Kemenangan atas Heat membuat CLS memiliki modal yang sangat penting untuk memperbesar peluang mereka melangkah ke babak semifinal, karena saat ini mereka unggul 1-0 dalam playoff yang menggunakan format best of three atau pemenang dua laga lebih dulu berhak lolos ke babak berikutnya.

Kendati demikian, Rowsom tak mau jemawa dan meyakini timnya akan mendapat perlawanan kuat ketika melawat ke markas Heat di CIS Arena, Ho Chi Minh City, Vietnam, pada Jumat (5/4) nanti.

“Mereka tim yang sangat baik, mereka mengimbangi kami secara permainan, jadi kami harus berhati-hati,” kata Rowsom.

“Yang terpenting kami ingin bisa bermain sebaik ini, bertahan sebaik ini di laga kedua nanti,” ujarnya menambahkan.

CLS yang baru dua musim ini berlaga di ABL menorehkan tinta emas dengan lolos ke babak playoff menempati urutan keempat klasemen akhir.

Hal itu sekaligus memberi keuntungan bagi CLS yang akan melakoni dua laga kandang jika dibutuhkan.

Artinya, jika mereka kalah di markas Heat nanti, mereka bisa memulihkan keadaan dengan tampil optimal di hadapan publik Kertajaya pada Minggu (7/4) pekan depan.

Baca juga: CLS menang telak 84-59 atas Heat, pegang keunggulan perempat final

Baca juga: Saigon Heat menangi laga pamungkas, lawan CLS di perempat final jelas

Baca juga: Ringkasan musim reguler ABL, CLS peringkat keempat

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019