Fictor Roring: tantangan Indonesia ke depan berat

Jakarta (ANTARA) – Mantan pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia Fictor Gideon Roring, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya mengungkapkan bahwa Merah Putih memiliki tantangan berat dalam peta persaingan di Asia Tenggara di masa mendatang.

“Saya sih lihat ke depannya Indonesia itu berat ya, saya rasakan kemarin juga sudah berat sebetulnya,” kata Fictor saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Sebab, menurut Fictor negara-negara pesaing Indonesia di Asia Tenggara tengah berkembang pesat dalam kancah bola basket, yakni Thailand, Malaysia dan Singapura.

Kata Fictor, timnas ketiga negara tersebut saat ini sedang memetik buah dari masa generasi emas.

Golden age-nya mereka itu sekarang-sekarang ini. Sementara kita kebanyakan pemain yang ada di timnas itu agak lumayan berumur, jadi saya bilang kita harus mawas diri,” kata Fictor.

Tentu saja, Fictor belum menyebutkan Filipina yang sejak lama merajai peta persaingan bola basket di Asia Tenggara dan masih sulit ditandingi.

“Tapi kita enggak bisa cuma mengantisipasi Filipina. Kita harus mengantisipasi Thailand, Malaysia dan Singapura, itu ancaman yang sangat-sangat serius,” ujarnya.

Baca juga: Selain timnas, Fictor Roring juga ingin mundur latih Pelita Jaya

Ia berharap penggantinya, Wahyu Widayat Jati, yang sudah ditunjuk meski belum terbit surat keputusan (SK) resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi), bisa sekurang-kurangnya mempertahankan prestasi medali perak di SEA Games 2019.

“Saya rasa kita maunya kan trennya tetap sama kan. Kita enggak mau menurun seperti di 2013,” ujar Fictor.

Sebagai catatan pada SEA Games 2013 di Naypyidaw, Myanmar, Indonesia tak kebagian medali dari cabang olahraga basket putra setelah dua tahun sebelumnya hanya mendapatkan perunggu.

Pada 2017, Indonesia yang juga ditangani oleh Wahyu berhasil meraih medali perak setelah dikalahkan telak Filipina dengan skor 55-94 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019