Empat tim siap perebutkan tiket final IBL

Jakarta (ANTARA) – Akhir pekan ini menjadi momen perebutan tiket ke final Liga Bola basket Indonesia IBL bagi empat tim yang lolos ke semifinal.

Dua laga semifinal, dengan format best of three, yang digelar 8-10 Maret di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, mempertemukan NSH Jakarta melawan juara bertahan Satria Muda Pertamina dari Divisi Merah dan Stapac Jakarta vs Pacific Caesar Surabaya dari Divisi Putih.

NHS dan Stapac adalah juara divisi masing-masing, sementara Satria Muda dan Pacific lolos babak play-off dengan format best of three usai menundukkan Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja dan Pelita Jaya dalam dua gim langsung.

Statistik menunjukkan Satria Muda dua kali ditundukkan NSH pada babak reguler.

“Secara personil saya ingin membalas dua kekalahan tersebut. Kami akan buktikan di babak semifinal nanti,” ungkap pelatih Satria Muda Youbel Sondakh seperti dikutip laman resmi IBL.

Sondakh mewaspadai dua pemain NSH yaitu guard Deshaun Wiggins dan center Anthony Simpson. “Dua pemain impor mereka bagus, pemain lokalnya pun mengalami perkembangan pesat.”

Sementara itu pelatih NSH Wahyu Widayat Jati mengaku bahwa tim asuhannya harus bekerja keras menghadapi Satria yang merupakan tim papan atas dan bermental juara.

NSH mengalami kemajuan pesat musim ini. Musim lalu, mereka hanya mencatatkan dua kali kemenangan, sementara di tahun ini Wendha Wijaya dkk. mampu menjadi juara divisi dengan 12 kemenangan dari 18 pertandingan.

Sementara Satria Muda, juara IBL tahun lalu, tercatat mengalami 9 kali kekalahan dan 9 kemenangan di babak reguler untuk menempati posisi ketiga klasemen divisi merah dan harus melalui babak playoff untuk meraih satu tiket ke semifinal.

“Target masuk playoff sudah tercapai bahkan melebihi. Kami pun ingin masuk final dan jadi juara,” kata Wahyu.

“Bench player mereka lebih merata. Saya akan coba siapkan pemain-pemain pelapis agar kami lebih siap bertanding di babak semifinal.”

Di laga semifinal lainnya, Pacific akan berusaha keras menahan Stapac, tim dengan statistik terbaik musim ini.

“Kami akan berhadapan dengan tim terbaik di babak regular. Pacific akan terus bekerja keras sampai hasil pertandingan memutuskan kita harus berhenti dari kompetisi musim ini,” kata pelatih Pacific, Kencana Wukir.

Mengantongi kemenangan ketika melawan Pelita Jaya di babak playoff, Pacific akan membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin ketika di atas lapangan. Semifinal ini akan menjadi yang pertama kali bagi tim asal Surabaya itu.

“Tugas belum selesai. Kami akan berusaha keras melawan Stapac. Segala sesuatu bisa terjadi di atas lapangan,” kata kapten tim Pacific, Muhammad Hardian Wicaksono.

Direktur IBL Hasan Gozali mengaku IBL Pertamax musim ini penuh kejutan karena NSH dan Pacific bisa melangkah ke semifinal.

“Hampir semua pertandingan susah ditebak hasilnya, termasuk di babak semifinal nanti,” ungkap Gozali.

Baca juga: Pacific Caesar untuk pertama kali lolos ke semifinal IBL

Baca juga: Satria Muda lolos ke semifinal IBL 2018-2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019