Buruknya persentase tiga angka robohkan CLS Knights di Thailand

Jakarta (ANTARA News) – Buruknya persentase lemparan tiga angka menjadi alasan robohnya tim BTN CLS Knights Indonesia atas tuan rumah Mono Vampire dengan skor 76-92 di Thailand dalam lanjutan Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2018-2019, Sabtu, kata pelatih CLS Brian Rowsom.

“Persentase tembakan tiga angka kami hari ini tidak bagus, hanya 20 persen (enam kali masuk dari 29 percobaan) sedangkan mereka lebih baik (tujuh tembakan yang masuk dengan persentase 30 persen),” ujar Brian, dikutip dari keterangan resmi CLS di Jakarta, Sabtu.

Padahal, menurut pelatih asal Amerika Serikat itu, tembakan tiga angka adalah salah satu keunggulan timnya.

Oleh karena itu, dia bertekad memperbaiki catatan di laga berikutnya menghadapi klub asal Malaysia Westports Dragons pada Kamis (14/2) di Malaysia.

Selain itu, hal lain yang disayangkan oleh Brian yaitu kesalahan demi kesalahan yang dilakukan skuatnya. Ini berujung pada 24 angka yang ditorehkan Mono Vampire dari “fast break”.

“Kami memberikan banyak poin untuk lawan khususnya di babak pertama. Itu yang membuat kami kalah di pertandingan ini,” tutur Brian.

Center Maxie Esho menjadi pendulang poin tertinggi CLS dalam laga tersebut dengan membuat 21 poin dan sembilan rebound.

Di kubu Mono Vampire, Michael Singletary tampil sangat bagus dengan menorehkan 29 poin, 15 rebound dan sembilan assist yang menjadi sumbangan terbanyak tim. 

Dengan kekalahan itu, CLS sudah mencatatkan sembilan kekalahan dari 18 pertandingan ABL 2018-2019.

Mereka kini menduduki peringkat keenam klasemen sementara ABL dari 10 tim peserta. Untuk masuk ke fase playoff, CLS harus menduduki maksimal peringkat kedelapan klasemen di musim reguler.

Baca juga: Pelatih: CLS Knights kalah karena pertahanan buruk

Baca juga: Meski menang tujuh kali beruntun, Pelatih tuntut CLS perbaiki performa

Baca juga: CLS raih kemenangan ketujuh ABL sekaligus ukir tiga rekor
 

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019