Nuril Perekam Perilaku Mesum Kepsek Diseret ke Bui Pekan Depan

Jakarta – Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus perekam percakapan mesum kepala sekolah, akan dijebloskan ke penjara 21 November mendatang. Namun hal itu tergantung kondisi kesehatan Nuril.

“Rencananya itu (21 November), kita bawa dokter dulu, kita periksa kesehatannya kalau memang bisa dieksekusi untuk pembinaan ya kita laksanakan,” ujar Kajari Mataram, Sumardana, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/11/2018).

Sumardana mengatakan, meski Nuril tetap mengajukan peninjauan kembali (PK), namun hal itu tidak mencegah proses eksekusi. Menurutnya, kasasi yang bersifat berkekuatan hukum tetap memungkinkan sesorang untuk dieksekusi.

“Kalau memang dia ajukan PK, kembali ke Pasal 268 KUHAP, PK tak menghalangi proses eksekusi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, proses eksekusi sesuai dengan pasal 1 angka 6 huruf a KUHAP dan pasal 270 KUHAP. Eksekusi bisa dilakukan ke seseorang yang sudah divonis berkekuatan hukum tetap.

“Dengan diterimanya petikan kasasi itu otomatis kita bisa eksekusi kita laksanakan sesuai pasal 1 angka 6 huruf a KUHAP dan pasal 270 KUHAP,” ucapnya.

Kasus bermula saat Kepsek menelepon Nuril dan menggoda serta berbicara kotor bernuansa mesum seksual pad 2012. Omongan itu direkam Nuril. Kasus pun bergulir ke pengadilan.

Awalnya Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Tapi oleh Mahkamah Agung (MA), Nuril dinyatakan bersalah dan dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta.
(rvk/asp)