Operasi Pencarian Korban Lion Air, Basarnas Bongkar Tenda di JICT

Jakarta – Basarnas memutuskan menyetop operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat. Tenda-tenda Basarnas yang ada di Terminal JICT, Tanjung Priok, pun dibongkar.

Pantauan detikcom, Sabtu (11/11/2018) personel Basarnas mulai mengemasi barang yang ada di tenda sekitar pukul 16.00 WIB. Barang-barang itu dibereskan setelah Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi bersama Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menggelar konferensi pers di lokasi.

Syaugi sempat menyalami Soerjanto dan juga pihak terkait lainnya yang ada di lokasi seperti PMI, TNI, dan Polri. Setelah itu, mereka sempat berfoto bersama.

Barang-barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam truk Basarnas yang ada di lokasi. Satu per satu truk yang mengangkut barang pun pergi meninggalkan JICT jam 17.40 WIB.

Sebelumnya, keputusan menghentikan operasi pencarian korban diambil setelah dilakukan evaluasi hasil pencarian korban selama tiga hari masa perpanjangan operasi. Sebelumnya, masa pencarian juga sudah diperpanjang selama tiga hari.

Akhiri operasi pencarian korban Lion Air, Basarnas bongkar tenda di JICT, Sabtu (11/11/2018)Akhiri operasi pencarian korban Lion Air, Basarnas bongkar tenda di JICT, Sabtu (11/11/2018) (Foto: M Guruh Nuary/detikcom)

“Berdasarkan evaluasi kita, peninjauan ke TKP, rapat staf, dan masukan-masukan dari berbagai pihak. Kemarin kita hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun hanya pagi hari, setelah itu sore, malam, nihil. Hari ini kita cek ke lapangan, sampai saat ini juga nihil. Jadi, berdasarkan pantauan tersebut, kami dari Tim SAR Basarnas Pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini, secara terpusat, disudahi atau ditutup hari ini,” kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di Posko Evakuasi Lion Air di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11).

Meski pencarian ditutup, kata Syaugi, tim SAR Jakarta dan Bandung siap melaksanakan operasi SAR bila mendapat informasi mengenai temuan korban. Syaugi juga mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan dan semua pihak yang membantu operasi pencarian korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT 610.

“Kami juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat, terutama kepada keluarga korban, apabila dalam pelaksanaan evakuasi korban ini belum menyenangkan semua pihak. Namun kita sudah melaksanakan sekuat tenaga, dengan kata kunci tiga yang selalu sampaikan, pemerintah hadir, serius, all-out, dan bekerja memakai hati,” tutur Syaugi.

Hari ini ada 201 personel Basarnas dikerahkan untuk pencarian korban. Jumlah itu sudah termasuk dengan penyelam Basarnas Special Group (BSG).

Pesawat Lion Air PK-LQP jatuh pada Senin (29/10) pagi. Pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Dalam pesawat itu ada 189 orang.

Sebanyak 196 kantong jenazah sudah dikirimkan ke RS Polri untuk diidentifikasi. Terakhir sudah ada 79 orang yang diidentifikasi.
(jbr/fdn)