Jalan Longsor 75 Meter, 10 Nagari di Sinjunjung Terisolir

Pemerintah Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama dua pekan. Ada sejumlah titik longsor lainnya yang terjadi di daerah itu.

Di Sijunjung, musibah banjir dan longsir menyebabkan satu orang tewas, ratusan rumah terendam dan memutus jalan satu-satunya warga yang tinggal 10 nagari, karena amblas sepanjang 75 meter.

“Sudah kita tetapkan. Masa tanggap darurat selama 14 hari,” kata Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin kepada detikcom, Senin (5/11/2018) sore.

Ia menambahkan, masa tanggap darurat diberlakukan sampai 18 November mendatang. Khusus jalan yang amblas, kata Yuswir dipastikan sulit untuk diperbaiki, karena badan jalan amblas dan dihanyutkan air sungai.

“Satu-satunya cara, kita perlu bikin jalan baru. Jalan sekarang tak bisa dipakai lagi. Perbaikan jalan amblas butuh biaya lebih besar dan waktu lebih lama, karena kondisi tanahnya masih berpotensi longsor,” katanya.

Untuk itu, Pemkab berharap warga mau dengan sukarela menyerahkan tanahnya untuk dijadikan jalan baru, karena tidak ada anggaran khusus untuk penggantian tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sijunjung, Hardiwan menyebutkan, malam ini tokoh adat dan warga pemilik lahan di sekitar lokasi akan menggelar musyawarah.

“Besok Insya Allah akan ada kejelasan SBOBET. Malam ini warga musyarawah,” jelas Hardiwan kepada detikcom.

Jalan amblas berada di kawasan Nagari Kumanis, sekitar 45 menit perjalanan darat dari Muaro Sijunjung, ibu kota Kabupaten Sijunjung.

“Ada 10 nagari yang kini terisolir, karena jalan sama sekali tak bisa digunakan. Putus total,” kata dia.

10 Nagari yang terisolir itu adalah Tanjung Banai, Tanjung Aua, Tanjung Labuah, Sumpur Kudus, Sumpur Kudus Selatan, Lantai, Sisawa, Unggan, Unggan Bukik dan Tampa Rungo.